In This Economy! Waspada Pinjaman Online Ilegal

Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M.

In This Economy! Waspada Pinjaman Online Ilegal

Ade Hapsari Lestarini • 22 June 2026 07:52

Jakarta: Di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu saat ini, banyak jalan yang ditempuh masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Bahkan, hanya sekadar memenuhi kebutuhan pokok.

Bagi yang memiliki keahlian, beberapa kalangan masyarakat dapat menghasilkan tambahan penghasilan melalui usaha sampingan, namun banyak juga yang pada akhirnya harus berutang untuk memenuhi kebutuhan di tengah situasi ekonomi saat ini.

Seiring dengan berkembangnya layanan keuangan digital, utang pinjaman online (pinjol) belakangan ini menjadi salah satu fenomena yang semakin menonjol di tengah masyarakat Indonesia. Kemudahan akses dan persyaratan, proses pencairan yang cepat, bahkan tanpa adanya agunan, menjadikan pinjol semakin diminati oleh masyarakat. Pinjol menjadi solusi tercepat dalam mengatasi masalah keuangan yang sedang dihadapi.

Berutang memang merupakan jalan yang paling mudah untuk mengatasi kesulitan keuangan. Namun, ada baiknya kita bijak dalam berutang dengan lebih memperhatikan faktor-faktor berikut ini sebelum memutuskan untuk berutang, dilansir keterangan resmi Bank Neo Commerce.
 

1. Pahami tujuan berutang


Sebelum memutuskan berutang, kita harus mampu memahami untuk apa sebenarnya kita berutang. Secara garis besar, terdapat dua tujuan umum berutang, yaitu produktif atau konsumtif. Utang produktif biasanya digunakan sebagai modal usaha atau pendidikan, yang cenderung dilihat sebagai investasi yang dapat menghasilkan di kemudian hari. Sedangkan utang konsumtif biasanya digunakan untuk liburan, membeli gawai terbaru, atau hal-hal yang sebenarnya sangat tidak mendesak.
 

2. Pastikan kemampuan membayar


Para penasihat keuangan biasanya mengimbau porsi cicilan utang per bulannya adalah sebesar 30-35 persen dari total penghasilan bulanan. Jadi, pastikan bahwa cicilan utang yang nanti kita harus bayar tidak melebih persentase tersebut. Mengetahui kemampuan membayar sangatlah penting sebelum kita memutuskan untuk berutang, karena jika tidak cash flow bulanan akan berantakan dan dapat memengaruhi kemampuan memenuhi kebutuhan pokok lainnya, seperti listrik, makanan, pendidikan, dan sebagainya.
 

3. Pilih tempat berutang yang tepat


Memilih tempat berutang yang tepat juga merupakan faktor yang sangat penting untuk ditentukan sebelum kita berutang, dalam hal ini adalah lembaga keuangan yang tepat dan legal. Pastikan kita berutang melalui bank, atau melalui produk Buy Now Pay Later (BNPL), atau perusahaan teknologi finansial yang telah berizin dan diawasi oleh OJK. Hal ini penting untuk dilakukan agar kita terhindar dari pinjol ilegal yang merugikan.


Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Eko Nordiansyah.
   

4. Kelola utang dengan baik


Jika telah berutang, kita harus mampu mengelola utang dengan baik. Pastikan utang digunakan untuk tujuan yang sedari awal telah ditetapkan. Sisihkan cicilan utang segera setelah menerima penghasilan bulanan, untuk memastikan kita bisa membayar cicilan tepat waktu. Pastikan untuk melunasi utang yang sudah ada terlebih dulu, sebelum berutang kembali.
 

5. Jangan tunda pembayaran


Seperti yang kita ketahui, terlambat membayar cicilan utang tentu dapat memunculkan denda yang harus kita bayar juga. Jadi pastikan kita selalu membayar cicilan utang tepat waktu atau bahkan sebelum jatuh tempo sehingga kita bisa terhindar dari denda yang bisa memberatkan dan bahkan membuat cash flow kita berantakan. Utamakan untuk membayar utang dengan jumlah maksimal, bukan dengan jumlah minimal untuk menghindari utang semakin menumpuk di kemudian hari.

"Pinjaman atau kredit merupakan salah satu instrumen keuangan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan tujuan keuangan," jelas Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono, dikutip dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Juni 2026.

Dia mengingatkan, yang terpenting adalah memastikan pinjaman tersebut digunakan secara bijak, sesuai kebutuhan, dan disesuaikan dengan kemampuan membayar di masa depan. Selain itu, masyarakat juga perlu memastikan mereka memperoleh layanan keuangan dari lembaga yang legal, berizin, dan diawasi oleh OJK.

"Seiring dengan semakin banyaknya pilihan penyedia layanan pinjaman, kami menyadari sebagai Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), kami memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan literasi dan edukasi keuangan masyarakat agar dapat mengambil keputusan finansial secara bijak, memahami risiko yang melekat pada pinjaman, serta memilih lembaga keuangan yang terpercaya, berizin, dan diawasi oleh OJK," jelas dia.

Bank Neo Commerce juga menyediakan berbagai kanal informasi dan panduan terkait serba serbi keuangan, baik terkait menabung, investasi hingga menyangkut keamanan digital yang dapat diakses melalui situs resmi, akun media sosial resmi bank, dan neobank, aplikasi mobile banking milik BNC.

Hal ini sejalan dengan kampanye yang tengah digalakkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu "GENCARKAN" yang merujuk pada Gerakan Nasional Cerdas Keuangan. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di seluruh wilayah Indonesia. #GENCARKAN2026 #BulanLiterasiKeuangan2026 #FinancialLiteracyCampaign2026.

Nasabah diharapkan dapat memanfaatkan berbagai informasi yang terdapat di berbagai kanal yang disediakan Bank Neo Commerce tersebut guna meningkatkan pemahaman terntang berbagai aspek terkait keuangan, diantaranya terkait bijak dalam berutang dan agar senantiasa terhindar dari pinjaman online ilegal.

(Ade Hapsari Lestarini)