Permintaan Asia Melambat, OPEC Revisi Proyeksi Minyak 2026

Logo OPEC. Foto: dok Metrotvnews.com

Permintaan Asia Melambat, OPEC Revisi Proyeksi Minyak 2026

Husen Miftahudin • 13 August 2026 16:43

Jakarta: Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global pada 2026 menjadi 600 ribu barel per hari (bph). Proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan dalam laporan bulan sebelumnya.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 13 Agustus 2026, OPEC membuat perkiraan tersebut dalam laporan pasar minyak bulanan terbarunya. Pada laporan sebelumnya yang dipublikasikan pada Juli, OPEC memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global sebesar 800 ribu barel per hari untuk 2026.
 
Salah satu faktor utama yang mendorong penurunan proyeksi tersebut adalah kondisi pasar Asia. Menurut laporan tersebut, pertumbuhan permintaan di Tiongkok, India, dan negara-negara Asia lainnya diperkirakan akan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
 



(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 

Permintaan minyak baru naik di 2027

 
OPEC memperkirakan permintaan minyak global pada 2027 meningkat sekitar 2,2 juta bph secara tahunan. Proyeksi tersebut naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,9 juta bph.
 
Permintaan yang lebih kuat dari pasar Asia menjadi salah satu faktor utama di balik peningkatan proyeksi tersebut. Tiongkok, India, negara-negara Asia lainnya, dan kawasan Asia Pasifik diperkirakan mencatat pertumbuhan permintaan minyak yang lebih tinggi pada 2027 dibandingkan 2026.
 
Dengan demikian, OPEC memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global melambat pada 2026, tetapi kembali menguat pada 2027 dengan dukungan permintaan dari kawasan Asia. (Selsha Septifanie Gunawan

(Husen Miftahudin)