Ilustrasi scam online. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M.
#KalauRaguStopDulu, Biar Nggak Kejebak Penipuan Online
Lukman Diah Sari • 2 May 2026 18:05
Jakarta: Penipuan digital kini makin canggih dan sering menyasar pengguna transaksi online. Di tengah kemudahan belanja, bayar tagihan, hingga kirim uang secara digital, masyarakat diimbau lebih waspada agar tidak terjebak berbagai modus penipuan yang terus berkembang.
Melihat kondisi ini, OVO sebagai salah satu platform pembayaran digital dan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) di Indonesia, mendukung Gerakan Bersama Edukasi Perlindungan Konsumen (GEBER PK). Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia (BI) dan pelaku industri.
“Sebagai platform pembayaran digital, OVO berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang aman sekaligus memperkuat perlindungan konsumen. Kami percaya bahwa edukasi menjadi garis pertahanan pertama dalam menghadapi risiko penipuan digital. Melalui dukungan terhadap GEBER PK, OVO mendorong masyarakat untuk lebih waspada dengan membiasakan langkah sederhana seperti cek dan verifikasi, serta memastikan transaksi hanya dilakukan melalui kanal resmi agar terhindar dari berbagai modus penipuan,” ujar Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, OVO Asep Haekal, dalam rilis resmi diterima pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Ilustrasi scam online. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M.
Di tengah meningkatnya penggunaan layanan digital, modus penipuan turut berkembang. Pelaku, kata dia, tidak hanya memanfaatkan celah teknologi, tetapi juga sering memanfaatkan kepanikan, rasa terburu-buru, serta kurangnya verifikasi dari pengguna.
Karena itu, edukasi menjadi sangat penting agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam situasi yang merugikan. Melalui GEBER PK, masyarakat diajak tidak hanya memahami risiko, tetapi juga membangun kebiasaan waspada dalam bertransaksi digital.
Modus Penipuan yang Sering Terjadi
Berikut beberapa modus penipuan digital yang masih sering ditemui antara lain:
Customer service palsu
Pelaku mencantumkan nomor layanan tidak resmi di hasil pencarian internet atau media sosial, lalu mengarahkan korban untuk menghubungi melalui aplikasi pesan instan. Setelah terhubung, korban diminta memberikan data pribadi seperti OTP, PIN, atau informasi akun, bahkan diarahkan untuk melakukan transfer. Tujuannya adalah mengambil alih akun atau menguras saldo.File APK berbahaya
Modus ini biasanya berupa undangan digital atau file yang ternyata mengandung malware.Promo atau cashback palsu
Korban diarahkan ke situs tidak resmi untuk mencuri data login.Langkah Sederhana untuk Menghindari Penipuan
Agar lebih aman saat bertransaksi digital, masyarakat perlu membiasakan beberapa langkah berikut:-
Jangan sembarangan mengklik link atau mengunduh file dari sumber yang tidak dikenal.
-
Jangan pernah membagikan OTP, PIN, atau kode verifikasi kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas resmi.
-
Jika menerima pesan yang mendesak atau mencurigakan, berhenti sejenak dan lakukan pengecekan terlebih dahulu.
-
Selalu cek nama penerima sebelum menyelesaikan transaksi, serta segera laporkan aktivitas mencurigakan melalui kanal resmi
#KalauRaguStopDulu
Prinsipnya sederhana: kalau ragu, stop dulu.Berhenti sejenak, cek ulang, dan pastikan semua dilakukan melalui kanal resmi. Langkah kecil ini dapat membantu menghindari risiko yang lebih besar.
Melalui dukungannya terhadap GEBER PK, OVO berkomitmen untuk terus mendorong kebiasaan bertransaksi digital yang aman dan bijak. Upaya ini juga sejalan dengan kampanye edukasi GEBER PK #KalauRaguStopDulu.
Di tengah semakin beragamnya modus penipuan, kewaspadaan menjadi salah satu bentuk perlindungan paling penting.
Dengan meningkatnya pemahaman dan kebiasaan yang lebih aman, masyarakat diharapkan dapat bertransaksi digital dengan lebih tenang, nyaman, dan percaya diri. Kebiasaan sederhana seperti cek ulang sebelum bertindak menjadi kunci untuk tetap menikmati kemudahan transaksi digital tanpa rasa khawatir.