Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru. Foto: Press TV
Analisis Intelijen AS Prediksi Perang Tak Akan Mampu Gulingkan Pemerintahan Iran
Muhammad Reyhansyah • 9 March 2026 20:54
Washington: Sebuah laporan intelijen rahasia Amerika Serikat (AS) menyimpulkan bahwa kampanye militer yang dipimpin AS terhadap Iran kemungkinan tidak akan mencapai tujuan politik.
Tujuan ini antara lain untuk menjatuhkan pemerintahan negara tersebut, bahkan jika operasi militer diperluas secara signifikan.
Mengutip Middle East Monitor, Senin, 9 Maret 2026, penilaian itu muncul ketika pemerintahan Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa konflik dapat berlangsung lama sebagai bagian dari operasi militer yang disebut baru saja dimulai.
Menurut laporan itu, kekuatan Iran bertumpu pada institusi keagamaan dan militer yang menopang sistem pemerintahan Republik Islam Iran.
Penilaian intelijen tersebut diselesaikan sekitar satu minggu sebelum perang dimulai pada 28 Februari dan menelaah beberapa kemungkinan skenario.
Skenario yang dianalisis mencakup kampanye militer terbatas yang menargetkan para pemimpin senior rezim, serta serangan yang lebih luas terhadap lembaga negara dan struktur kepemimpinan.
Dalam kedua skenario tersebut, analisis intelijen mencapai kesimpulan yang hampir sama: rezim Iran memiliki mekanisme institusional yang memungkinkan keberlanjutan kekuasaan bahkan jika pemimpin tertinggi terbunuh. Menurut sumber yang mengetahui isi laporan tersebut, lembaga intelijen AS menilai bahwa struktur keagamaan dan aparat keamanan Iran akan mengandalkan prosedur internal yang telah disetujui untuk memastikan transfer kekuasaan berlangsung cepat dan mencegah runtuhnya sistem pemerintahan.
Laporan itu juga menyebut bahwa kecil kemungkinan kelompok oposisi Iran yang terpecah dapat mengambil alih kekuasaan jika perang pecah, baik dalam konflik jangka pendek maupun berkepanjangan.
Penilaian ini menunjukkan bahwa meskipun konflik militer dapat melemahkan Iran, perubahan rezim secara langsung melalui perang dinilai tetap sangat sulit terjadi.