Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer. (Anadolu Agency)
Pemimpin Minoritas Senat AS Desak Direktur FBI Mundur, Ada Apa?
Willy Haryono • 21 April 2026 10:37
Washington: Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat Chuck Schumer mendesak pengunduran diri segera Direktur FBI Kash Patel pada Senin, 20 April 2026.
Schumer menyampaikan tuntutan tersebut dengan mengacu pada laporan terbaru mengenai perilaku dan kepantasan Patel dalam memegang tertinggi di FBI.
Dalam pidatonya di sidang Senat, Schumer menyoroti laporan dari media The Atlantic yang menyebutkan bahwa Patel memiliki pola perilaku mabuk yang mencolok serta sering absen tanpa alasan yang jelas. Laporan tersebut mengklaim bahwa Patel dikenal sering mengonsumsi alkohol hingga mencapai titik mabuk yang nyata.
Schumer mengatakan bahwa laporan tersebut mengonfirmasi pandangan awal Partai Demokrat bahwa Patel tidak hanya tidak memenuhi kualifikasi, tetapi juga merupakan ancaman serius bagi supremasi hukum dan keamanan nasional Amerika Serikat.
“Laporan itu hanya mengonfirmasi apa yang telah dikatakan Demokrat di Senat sejak awal, Kash Patel bukan sekadar tidak berkualifikasi. Ia adalah risiko besar bagi supremasi hukum dan keamanan nasional Amerika," ujar Schumer, seperti dikutip Anadolu, Selasa, 21 April 2026.
Senator asal New York tersebut menyatakan telah secara resmi mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung, Todd Blanche, untuk mengamankan seluruh catatan dan komunikasi terkait perilaku Patel. Langkah ini diambil guna mencegah upaya pemerintahan Trump untuk menutupi masalah tersebut.
Profesionalisme dan Stabilitas
Schumer berpendapat bahwa kepemimpinan Biro Investigasi Federal (FBI) menuntut profesionalisme dan stabilitas, kualitas yang menurutnya tidak dimiliki oleh Patel saat ini. Ia menekankan bahwa rakyat Amerika berhak mendapatkan kepemimpinan yang stabil dan sadar dari seorang Direktur FBI.Sebagai penutup, Schumer menyampaikan seruan langsung agar Patel segera meletakkan jabatannya demi keamanan negara. “Patel harus segera mengundurkan diri. Setiap hari ia tetap menjabat, Amerika dihadapkan pada risiko serius dan tidak perlu," tegasnya.
Di sisi lain, Patel pada hari Senin telah mengajukan gugatan pencemaran nama baik senilai 250 juta dolar AS terkait artikel di The Atlantic. Laporan yang ditulis oleh reporter Sarah Fitzpatrick tersebut didasarkan pada keterangan lebih dari dua lusin sumber anonim.
Menanggapi gugatan tersebut, pihak The Atlantic menyatakan tetap teguh pada hasil pemberitaan mereka dan menyebut tuntutan hukum dari Patel tidak berdasar. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: FBI Buka Kantor di Selandia Baru untuk Kerja Sama Hadapi Pengaruh Tiongkok