Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden.
Gibran Minta Pelabuhan Nabire Jadi Simpul Utama Ekonomi Papua Tengah
Fachri Audhia Hafiez • 21 April 2026 07:43
Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menginstruksikan pemerintah daerah di Provinsi Papua Tengah untuk mengoptimalkan potensi Pelabuhan Nabire. Wapres menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang terarah agar pelabuhan tersebut benar-benar menjadi simpul utama pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah di kawasan tersebut.
"Pemerintah daerah di Papua Tengah harus menyusun perencanaan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan keberadaan Pelabuhan Nabire sebagai simpul utama pertumbuhan ekonomi. Ini bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan konektivitas dan infrastruktur sebagai tulang punggung pemerataan pembangunan di timur Indonesia," kata Gibran dalam pernyataan resmi usai meninjau Dermaga Niaga Pelabuhan Nabire, dilansir Antara, Senin, 20 April 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres menerima laporan langsung dari Kepala Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan Kelas II Nabire, Ewanggen Kokoya, mengenai keterbatasan kapasitas dermaga. Saat ini, panjang dermaga yang hanya 227 meter tidak memungkinkan kapal penumpang dan kapal kargo bersandar secara bersamaan, sehingga menghambat arus logistik.
"Terus yang kedua Pak Wapres, kami mohon untuk penambahan trestle. Karena trestle kita sekarang ada tiga. Kalau kita kerja untuk kapal kargo, maka kita menggunakan satu yang ini. Kalau itu kita pakai masuk dengan keluar, maka tidak memungkinkan. Apalagi yang kita bongkar kontainernya sudah menggunakan yang 40 feet, sehingga tidak memungkinkan untuk saling papasan," jelas Ewanggen kepada Wapres.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden.
Ewanggen menekankan bahwa perbaikan fasilitas di Pelabuhan Nabire sangat mendesak mengingat peran strategisnya sebagai pintu masuk utama logistik bagi delapan kabupaten di sekitarnya. Sekitar 80 persen kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut bergantung pada aktivitas di pelabuhan ini.
Kunjungan kerja Wapres ini didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Menko Polkam Djamari Chaniago, Wamenpoldagri Ribka Haluk, serta Bupati Nabire Mesak Magai. Fokus utama pemerintah adalah memastikan integrasi sektor logistik dan perdagangan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas di Papua Tengah.