Saham Asia Melejit, Data Ekonomi Tiongkok dan Konflik Iran Jadi Fokus Investor

Ilustrasi, bursa saham Asia. Foto: china.org.cn

Saham Asia Melejit, Data Ekonomi Tiongkok dan Konflik Iran Jadi Fokus Investor

Husen Miftahudin • 15 April 2026 11:35

Tokyo: Pasar saham Asia naik karena aksi beli yang luas pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), didukung oleh kenaikan yang kuat pada saham teknologi dan chip, sementara investor juga mencerna data perdagangan dari Tiongkok yang lebih lemah dari perkiraan.

Saham-saham regional mengikuti tren positif dari Wall Street, di mana ketiga indeks utama berakhir jauh lebih tinggi pada perdagangan Senin, karena saham-saham teknologi melonjak di tengah optimisme berkelanjutan seputar permintaan kecerdasan buatan dan meredanya kekhawatiran atas imbal hasil obligasi. Kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat (AS) sedikit berubah selama jam perdagangan Asia.
 

Saham Nikkei dan Kospi melejit


Mengutip Investing.com, Rabu, 15 April 2026, indeks Kospi Korea Selatan melonjak 3,4 persen ke level tertinggi enam minggu, dengan SK Hynix Inc mencatatkan kenaikan hampir sembilan persen dari kenaikan baru-baru ini hingga mencapai rekor tertinggi baru.

Saham Samsung Electronics juga naik lebih dari empat persen, karena investor berbondong-bondong membeli saham produsen chip dan eksportir yang terkait dengan permintaan teknologi global. 

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang naik 2,5 persen, sementara indeks Topix yang lebih luas juga naik . Saham perusahaan investasi teknologi SoftBank Group melonjak lebih dari 10 persen.

Indeks Straits Times Singapura naik tipis 0,6 persen, sementara S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,4 persen. Kontrak berjangka yang terkait dengan indeks Nifty 50 India naik 0,5 persen.
 
Baca juga: IHSG Naik 0,71% Rabu Pagi Ini


(Ilustrasi pergerakan saham. Foto: Medcom.id)
 

Pasar pelototi perkembangan konflik AS-Iran 


Pasar juga memantau dengan cermat perkembangan konflik AS-Iran setelah pembicaraan gencatan senjata akhir pekan di Islamabad gagal menghasilkan terobosan.

Washington kemudian melanjutkan dengan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan Selat Hormuz, jalur utama distribusi minyak global.

Pada saat yang sama, laporan media mengindikasikan Washington dan Teheran sedang membahas kemungkinan putaran kedua pembicaraan tatap muka yang bertujuan untuk memperpanjang gencatan senjata sebelum berakhir.
 

Ekspor Tiongkok melambat tajam


Namun, sentimen tersebut sedikit mereda setelah data terbaru dari Tiongkok yang menunjukkan perlambatan tajam dalam ekspor. Pengiriman ekspor hanya meningkat 2,5 persen secara tahunan (yoy) pada Maret, meleset dari ekspektasi peningkatan sebesar 8,3 persen dan melambat secara signifikan dari lonjakan 21,8 persen pada periode Januari-Februari.

Sebaliknya, impor melonjak 27,8 persen, jauh melebihi perkiraan dan menandakan permintaan domestik yang tangguh. Data tersebut juga menunjukkan surplus perdagangan Tiongkok menyempit tajam menjadi sekitar USD51 miliar, jauh di bawah ekspektasi, yang menyoroti tekanan pada mesin ekspor negara tersebut di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Indeks Shanghai Composite China naik 0,8 persen, sementara indeks saham unggulan Shanghai Shenzhen CSI 300 naik tipis 0,6 persen. Sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong naik tipis 0,4 persen.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)