Mantan petinggi militer dan keamanan Israel mengecam kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat. (Anadolu Agency)
Mantan Petinggi Israel Sebut Kekerasan Pemukim di Tepi Barat 'Pembersihan Etnis'
Muhammad Reyhansyah • 1 September 2026 11:18
Tel Aviv: Sejumlah mantan petinggi militer dan keamanan Israel mengecam kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat, dan bahkan menyebut aksi tersebut sebagai “pembersihan etnis."
Mantan Brigadir Jenderal Ephraim Sneh menyampaikan kecaman tersebut setelah mengunjungi sejumlah komunitas Palestina untuk melihat langsung dampak kekerasan pemukim, termasuk serangan terhadap petani dan penggembala serta pengambilalihan lahan penggembalaan.
“Ini adalah pembersihan etnis, sederhananya,” kata Sneh, yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Israel, seperti dilaporkan The New York Times.
Mantan Mayor Jenderal Eyal Ben-Reuven bahkan menilai kekerasan pemukim sebagai ancaman yang lebih serius bagi Israel dibandingkan sejumlah front regional.
“Apa yang dilakukan para pemukim di sini adalah ancaman nyata bagi Israel,” ujarnya, dikutip dari TRT World, Selasa, 1 September 2026.
Di Lembah Yordan, serangkaian serbuan dan penggerebekan pada malam hari dilaporkan memaksa sejumlah komunitas Badui, termasuk Hamamat al-Maleh, meninggalkan tempat tinggal mereka.
Kecaman tersebut muncul setelah lebih dari 200 tokoh Israel, termasuk dua mantan perdana menteri, lebih dari 30 pensiunan jenderal, dan mantan kepala badan intelijen, menandatangani surat pada Juni yang menyerukan penghentian apa yang mereka sebut sebagai “terorisme Yahudi” dan “pembersihan etnis” di Tepi Barat.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel dan Menteri Pertahanan Moshe Ya'alon turut mengecam ideologi ekstrem yang mendorong aktivitas pemukiman, sementara pensiunan Jenderal Angkatan Udara Asaf Agmon memperingatkan bahwa masyarakat yang membiarkan perilaku tersebut akan menghadapi kehancuran.
Menurut data PBB yang dikutip The New York Times, pemukim Israel telah melakukan ribuan serangan di Tepi Barat sejak Oktober 2023. Lebih dari 3.200 warga Palestina telah mengungsi akibat serangan pemukim sepanjang 2026, sekitar dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Pemukim Israel Serang Rumah Warga Palestina di Qusra Tepi Barat