Jembatan darurat di Gang Perkutut, Tegal Alur, Jakarta Barat. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.
Kisah Swadaya Warga Tegal Alur Jakbar Sambung Asa lewat Jembatan Bambu
Metro TV • 27 August 2026 18:28
Jakarta: Di tengah riuk-pikuk Ibu Kota, suara alunan bambu di Gang Perkutut, Tegal Alur, Jakarta Barat, bukan sekadar penanda langkah kaki. Di balik jembatan darurat yang menyeberangi sungai tersebut, tersimpan cerita hangat tentang solidaritas, kepedulian, dan semangat gotong royong warga yang tak pernah padam demi merawat asa bersama.
Jembatan yang dahulu dikenal warga sebagai Jembatan Kong Geni itu kini berganti rupa menjadi jembatan bambu swadaya. Pembongkaran struktur lama yang sempat dilakukan setahun lalu dalam rangka proyek pengerukan sungai, justru memantik inisiatif kolektif warga untuk bahu-membahu membangun akses penyeberangan sementara.
“Jembatan sebelumnya dihancurkan oleh pihak pemerintah setempat dengan dalih proyek pengerukan sungai, sampai sekarang terbengkalai dan gak dibangun lagi padahal sudah berlalu sekitar satu tahun. Dari sebelum dihancurin namanya itu, Kong Geni,” kata salah satu warga setempat, Ibu Nama, Kamis, 27 Agustus 2026.
Baca Juga :
Meski pembangunan struktur permanen yang kokoh masih dinantikan, ketangguhan warga Tegal Alur teruji. Tak ingin roda kehidupan dan mobilitas harian terhenti, mereka mengumpulkan dana swadaya dan tenaga untuk mendirikan jembatan bambu tersebut.
“Katanya mau dikeruk terus dibikin lagi yang lebih gede. Tapi habis dihancurin, ya ditinggal gitu aja. Sudah ada setahun mah. Karena enggak bisa lewat, ya warga sini patungan bikin jembatan bambu,” ujar Ibu Nama.
Bagi masyarakat Tegal Alur, jembatan ini adalah urat nadi kehidupan. Memang tak semua warga memilih melintasinya dan sebagian memilih jalan memutar demi kenyamanan, namun jembatan bambu ini membuktikan betapa kuatnya rasa kebersamaan di tingkat tapak. Setiap kali ada warga yang melintas, rasa saling menjaga selalu hadir.
Kehangatan solidaritas itu terbukti nyata saat insiden kecil terjadi di lokasi. Ketika seorang warga sempat terperosok ke sungai, kesiapsiagaan dan kepedulian warga sekitar serta para pekerja pabrik di dekat jembatan langsung sigap memberikan pertolongan.

Jembatan darurat di Gang Perkutut, Tegal Alur, Jakarta Barat. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.
“Motor sudah gak bisa lewat. Orang jalan kaki aja pada takut reyot. Pernah ada warga terperosok, teman saya itu jatuh ke sungai pas air lagi lumayan tinggi. Untung langsung ditolongin,” kenang Ibu Nama menceritakan respons cepat lingkungan sekitarnya.
Hingga kini, warga secara berkala dan mandiri terus merawat serta merenovasi jembatan bambu tersebut agar tetap aman dilintasi. Aksi nyata ini menjadi simbol optimisme sekaligus harapan besar masyarakat Tegal Alur kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan dinas terkait untuk segera merealisasikan jembatan permanen yang layak demi menunjang keselamatan dan kesejahteraan bersama.
“Ih saya mah enggak berani lewat jembatan itu, mending muter. Semoga bisa cepat diperbaiki,” ucap salah seorang warga lainnya yang berjualan di sekitar lokasi dengan penuh harap.
(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)