Peran Ayah Dinilai Penting dalam Pemenuhan Kesehatan Anak

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono berinteraksi dengan perempuan dan bayi. ANTARA/HO - Kemenkes

Peran Ayah Dinilai Penting dalam Pemenuhan Kesehatan Anak

Achmad Zulfikar Fazli • 30 August 2026 12:25

Jakarta: Kementerian Kesehatan menginisiasi Gerakan Keayahan sebagai pendukung utama 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Gerakan ini dilakukan mengingat peran ayah sangat penting dalam membentuk kualitas fisik dan kecerdasan sejak anak dalam kandungan.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan pemerintah menetapkan empat intervensi kunci dalam Program 1.000 HPK, yakni sebelum kehamilan; masa kehamilan, persalinan, dan bayi baru lahir; periode baduta; dan penguatan layanan kesehatan, untuk menekan angka stunting serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.

Namun, program ini tidak akan sukses tanpa dukungan keluarga yang solid. Dia menggaungkan pentingnya Fatherhood Movement (Gerakan Keayahan) sebagai pendukung utama 1.000 HPK. 

"Perkembangan otak justru terjadi paling besar itu di usia 0 sampai 2 tahun. Oleh karena itu, investasi early years ini sangat penting. Kita juga menginisiasi gerakan Fatherhood Movement agar ayah terlibat aktif dalam pemenuhan kesehatan anak. Kalau dulu kita kenal Suami Siaga saat persalinan, nanti di 1.000 HPK juga ada Ayah Siaga supaya anak-anaknya tumbuh sehat," ujar Dante dalam keterangannya, dilansir dari Antara, Minggu, 30 Agustus 2026.  

Fokus program 1.000 HPK adalah mencegah stunting, menurunkan kematian Ibu dan bayi, serta memastikan tumbuh kembang anak optimal. Untuk itu, keberhasilan 1.000 HPK perlu dipersiapkan sejak remaja, calon pengantin,dan pasangan usia subur (PUS).

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono. Foto: Medcom.id/Aul

Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menekankan kolaborasi lintas sektor yang dilakukan pemerintah ibarat botol dan tutupnya harus klop dan pas dengan implementasi di tingkat rumah tangga.

"Kualitas pendidikan dan kesehatan sangat bergantung pada fondasi keluarga. Terkadang orang tua sibuk, anak juga sibuk. Maka yang terpenting adalah membangun quality time (waktu berkualitas) antara bapak, ibu, dan anak. Kembalikan lagi kebiasaan makan masakan rumah, bukan makanan instan, sebagai fondasi hidup sehat yang kuat," kata Veronica.

(Achmad Zulfikar Fazli)