BGN: Pendaftaran Mitra SPPG Hanya Lewat Portal Resmi

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menemui para demonstran yang diduga menjadi korban penipuan titik SPPG Kantor BGN, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

BGN: Pendaftaran Mitra SPPG Hanya Lewat Portal Resmi

Achmad Zulfikar Fazli • 26 May 2026 18:46

Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) menerima seluruh aspirasi dari masyarakat dan mengimbau agar hati-hati terhadap segala bentuk modus penipuan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan pendaftaran mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hanya melalui portal resmi mitra.bgn.go.id.

"Dalam proses pendaftaran SPPG, BGN itu enggak bekerja sama dengan satu kelompok, misalnya 'Ya, kamu himpun ini ya!' atau kerja sama dengan satu organisasi supaya dihimpun. Jadi, setiap personel mengajukan identitasnya kepada portal mitra.bgn.go.id, jadi identitasnya itu perorangan, bukan per kelompok yayasan," ujar Sony, saat menemui para korban dugaan penipuan yang berasal dari Jawa Barat di Kantor BGN Jakarta Pusat, dilansir dari Antara, Selasa, 26 Mei 2026.

Sony menyambut para peserta unjuk rasa dan meminta mereka untuk masuk ke ruangannya guna menyampaikan aspirasi secara terbuka dan resmi.

"Kita ngobrol saja ke ruangan. Sebutkan siapa, kapan, apa, di mana, bagaimana, mengapa, kalau ada bukti-bukti foto, transfer atau rekaman, nanti saya akan lihat, oh ini sepertinya ranah pidana, nanti saya akan koordinasi dengan Polri dan Polda," ujar dia.

Baca Juga: 

BGN Temukan 5 Kasus Penipuan Jual Beli Titik SPPG


Ilustrasi SPPG. Dok. Metrotvnews.com

Sementara itu, koordinator aksi, Usep Sarwan menyampaikan dirinya bersama 23 orang lainnya ingin menyampaikan aspirasi terkait Undang-Undang Informasi Publik dan Pelayanan Publik yang membuat korban dugaan penipuan resah di Kabupaten Bandung dan Sumedang.

"Saya ingin menyampaikan aspirasi, tetapi secara resmi, ada tertulisnya juga, kemudian disaksikan rekan-rekan, karena kami adalah korban oknum yayasan yang mengatasnamakan kenal dengan para pejabat tinggi di BGN, kenal juga dengan Kementerian Pertahanan, sehingga kami korban salah satu yayasan ingin penjelasan dari Pak Sony, apakah yayasan tersebut tercatat atau tidak di BGN," tutur dia.

Dia mengaku telah membangun sebuah dapur di Sukasari, Kota Bandung, tetapi setelah membangun dapur, tidak ada kelanjutan yang mesti dilakukan setelahnya.

(Achmad Zulfikar Fazli)