Pertamina Digital Hub Perkuat Monitoring Pasokan Energi Selama Ramadan

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron. Foto: Dok. Pertamina.

Pertamina Digital Hub Perkuat Monitoring Pasokan Energi Selama Ramadan

Fachri Audhia Hafiez • 5 March 2026 21:40

Jakarta: PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan pasokan energi nasional dalam menghadapi momentum Ramadan dan Idulfitri 2026. Melalui sistem Pertamina Digital Hub, perusahaan pelat merah ini memperketat pengawasan dan pengendalian pasokan BBM serta LPG secara terintegrasi dari hulu hingga hilir guna menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat setiap waktu.

“Pada fasilitas ini, Pertamina mampu memetakan kondisi pasokan dan cadangan energi di setiap rantai pasok secara kontinyu, mulai dari sektor hulu, pengolahan, pengapalan dan pengangkutan, hingga distribusi ke SPBU-SPBU Pertamina. Kami memiliki akses terhadap data dan kamera pengawasan, bahkan pergerakannya setiap detik,” ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 Maret 2026.
 


Baron menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi tinggi memungkinkan Pertamina mengidentifikasi pergerakan konsumsi secara real time. Melalui satu dashboard terpadu, perusahaan dapat mengambil langkah antisipatif lebih dini. Hal ini mencakup monitoring awak mobil tangki hingga ketersediaan stok di masing-masing SPBU

“Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini apabila terjadi peningkatan permintaan, kondisi cuaca ekstrem, maupun dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi,” ujarnya. 


Gedung Pertamina. Foto: Dok. Pertamina.

Selain sektor hilir, optimalisasi juga dilakukan pada sektor hulu dan pengolahan di enam kilang dalam negeri. Pertamina memonitor ketat pergerakan kapal pengangkut minyak mentah untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai target. Baron menambahkan bahwa transformasi digital ini menjadi kunci stabilitas energi nasional sesuai regulasi pemerintah.

“Acuan cadangan Pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus mengalami pergerakan, sehingga Pertamina terus menjaga cadangan di atas level minimum. Ini menjadi langkah mitigasi risiko dan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi," jelas Baron.

Saat ini, Pertamina telah mengamankan cadangan energi nasional di atas level minimum, yakni berkisar 21 hingga 23 hari, bahkan mencapai 35 hari untuk produk tertentu. Upaya ini juga diselaraskan dengan komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) dan target Net Zero Emission 2060, dengan terus berkoordinasi bersama pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan energi nasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)