Larut dalam Khidmat, Ribuan Umat Padati Klenteng Boen Tek Bio Tangerang

Umat Tionghoa memadati Klenteng Boen Tek Bio, Kota Tangerang untuk melaksanakan ibadah saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Larut dalam Khidmat, Ribuan Umat Padati Klenteng Boen Tek Bio Tangerang

Hendrik Simorangkir • 17 February 2026 15:40

Tangerang: Ribuan umat Tionghoa memadati Klenteng Boen Tek Bio di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang, untuk melaksanakan ibadah pada perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Selasa, 17 Februari 2026. Suasana khidmat menyelimuti klenteng tertua di Kota Benteng tersebut saat jemaat memanjatkan doa di tahun Shio Kuda Api.

Humas Klenteng Boen Tek Bio, Soey Hong, menyebutkan lonjakan pengunjung terjadi sejak hari pertama Imlek. Mereka datang secara bergantian untuk menjalankan tradisi tahunan.

"Jumlah jemaat yang datang selama perayaan Imlek diperkirakan mencapai sekitar 5 ribu hingga 7 ribu orang. Mereka datang silih berganti untuk memanjatkan doa sesuai tradisi, mulai dari membakar hio, bersujud kepada Tian, Buddha, hingga para dewa yang dipuja di dalam klenteng," ujar Soey Hong kepada Metrotvnews.com, Selasa, 17 Februari 2026.

Tahun Baru Imlek 2577 kali ini identik dengan shio Kuda Api. Soey menuturkan, tahun yang dimaknai penuh tantangan ini mengandung pesan bagi umat untuk senantiasa waspada dalam bersikap dan menjalani kehidupan.

"Selain dimaknai sebagai tahun penuh kewaspadaan, tahun Kuda Api juga dipercaya membawa semangat persaingan dalam usaha," kata Soey.

Lebih lanjut ia menjelaskan, filosofi tahun ini mengajarkan bahwa keberuntungan tidak datang dengan sendirinya. Kerja keras, kecepatan, dan ketekunan menjadi kunci utama.
 


"Keberuntungan diyakini akan berpihak kepada mereka yang bekerja cepat, profesional, dan tekun di bidangnya. Karena itu, umat dianjurkan untuk lebih rajin beribadah dan menjaga diri," tuturnya.

Soey menjelaskan, ritual ibadah di klenteng memiliki tata cara yang terstruktur. Rangkaian diawali dengan sembahyang menggunakan hio sebagai simbol penghormatan dan penyampaian doa. Setelah itu, jemaat melakukan sujud dan berdoa di beberapa altar sesuai urutan, mulai dari altar Buddha, hingga altar dewa-dewi lainnya yang berjumlah sekitar 15 altar.

Menariknya, doa yang dipanjatkan setiap individu tidak memiliki pakem baku. Semua disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan pribadi masing-masing jemaat.


Dekorasi simbol tahun Kuda Api yang dipasang di pusat perbelanjaan di Jakarta pada perayaan tahun baru Imlek 2026. Foto: ANTARA/Fitra Ashari.

"Isi doa biasanya berbeda-beda. Anak muda biasanya berdoa soal jodoh, sementara para pengusaha memohon kelancaran usaha. Tidak ada doa yang baku, semua disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan masing-masing," jelas Soey.

Aktivitas ibadah di Klenteng Boen Tek Bio diprediksi akan terus berlangsung hingga hari ketiga perayaan Imlek. Selanjutnya, rangkaian perayaan tahun baru ini akan mencapai puncaknya pada tradisi Cap Go Meh yang digelar dua pekan setelah Imlek.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)