Niat Puasa Ramadan 2026, Ilustrasi: MTVN/Putri Purnama
Niat Sahur Puasa Ramadan 2026: Arab, Latin, dan Artinya
Putri Purnama Sari • 18 February 2026 18:31
Jakarta: Sahur selalu menjadi momen penting dalam rangkaian ibadah puasa Ramadan. Bukan hanya sekadar makan sebelum fajar, sahur menjadi waktu untuk menyiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual sebelum menjalani ibadah puasa seharian penuh.
Di dalam sahur terdapat niat yang menjadi penentu sah atau tidaknya puasa. Dalam ajaran Islam, niat merupakan rukun ibadah. Hal ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan, “Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya.” Oleh karena itu, puasa Ramadan harus disertai niat yang tulus karena Allah SWT.
Waktu Niat Puasa Ramadan
Secara fikih, niat puasa ramadan dilakukan pada malam hari hingga sebelum terbit fajar. Artinya, niat sudah harus ada sebelum masuk waktu Subuh.Sebagian ulama mewajibkan niat setiap malam untuk puasa wajib, termasuk puasa Ramadan. Sementara itu, sebagian ulama lainnya membolehkan satu niat untuk satu bulan penuh selama tidak terputus oleh uzur (halangan) seperti sakit atau bepergian. Perbedaan ini menunjukkan keluasan pandangan dalam khazanah hukum Islam.
Bacaan Niat Sahur Puasa Ramadan
Berikut adalah lafal niat puasa Ramadan yang umum dibaca saat sahur:
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadana hadzihis sanati lillahi ta'ala
Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala".
Para ulama menegaskan bahwa niat tidak harus diucapkan secara lisan. Cukup diucapkan dalam hati untuk berpuasa sudah memenuhi syarat sah. Pelafalan niat dipandang sebagai bentuk penegasan agar hati lebih mantap dan sadar dalam menjalankan ibadah.Keutamaan Sahur dalam Ramadan
Sahur memiliki keutamaan tersendiri. Dalam hadis riwayat Nabi Muhammad SAW. disebutkan bahwa sahur mengandung keberkahan. Anjuran ini menunjukkan bahwa Islam memperhatikan keseimbangan antara kesiapan spiritual dan kebutuhan fisik.Momentum sahur juga berada pada waktu sepertiga malam terakhir yang dikenal sebagai waktu mustajab untuk berdoa.
Oleh karena itu, sahur bukan sekadar makan sebelum fajar, melainkan kesempatan untuk memperbanyak doa, istigfar, dan memantapkan niat. Dengan niat yang benar, setiap hari di bulan Ramadan dimulai dengan kesiapan spiritual yang utuh.
(Keysa Qanita)