Anak Palestina Tewas di Gaza dalam Pelanggaran Gencatan Senjata Israel

Ilustrasi: Medcom.id

Anak Palestina Tewas di Gaza dalam Pelanggaran Gencatan Senjata Israel

Muhammad Reyhansyah • 2 January 2026 23:06

Gaza: Seorang anak perempuan Palestina dilaporkan tewas dan empat warga lainnya mengalami luka-luka di Jalur Gaza akibat tembakan pasukan Israel, dalam insiden terbaru yang disebut sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata. Informasi tersebut disampaikan oleh sumber medis setempat.

Menurut keterangan yang diberikan kepada Anadolu Agency dan dikutip TRT World, Jumat, 2 Januari 2026, korban tewas merupakan seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang terkena tembakan ketika pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah wilayah Jabalia al-Nazla di Gaza bagian utara.

Sumber yang sama menyebutkan, empat warga Palestina lainnya juga mengalami luka akibat tembakan Israel di sekitar Pemakaman Nemsawi, yang terletak di Kota Khan Younis, Gaza selatan. Di antara para korban luka tersebut terdapat seorang anak dan seorang perempuan, yang kemudian dilarikan ke Kompleks Medis Nasser untuk mendapatkan perawatan.

Insiden ini menambah daftar pelanggaran yang dituduhkan kepada Israel sejak diberlakukannya gencatan senjata yang menghentikan perang selama dua tahun di Gaza. Konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 71.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.

Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat, sedikitnya 416 warga Palestina telah meninggal dunia dan lebih dari 1.110 orang terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober.

Dalam peristiwa terpisah, seorang ibu Palestina dan anaknya dilaporkan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka setelah terjadi kebakaran di sebuah tenda pengungsian di Kota Gaza, demikian disampaikan oleh badan Pertahanan Sipil.

Dalam pernyataannya, lembaga tersebut menyebutkan bahwa timnya berhasil mengevakuasi dua jenazah dan satu korban luka setelah api melalap tenda di lokasi pengungsian Al-Yarmouk, yang berada di kawasan Al-Daraj, pusat Kota Gaza. Hingga kini, penyebab kebakaran tersebut belum dapat dipastikan.

Ratusan ribu warga Palestina di seluruh wilayah Gaza saat ini terpaksa tinggal di tenda dan hunian darurat akibat krisis perumahan yang parah, menyusul hancurnya kawasan permukiman dan gelombang pengungsian massal selama perang dua tahun terakhir.

Sebagian besar tempat penampungan sementara tersebut dilaporkan tidak memiliki standar keselamatan yang memadai dan rentan terhadap kebakaran, terutama karena warga bergantung pada metode pemanasan dan memasak sederhana di tengah pemadaman listrik berkepanjangan serta kelangkaan bahan bakar yang akut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)