13 Warga Sipil Terluka dalam Serangan Houthi ke 3 Kota di Arab Saudi

Bendera Arab Saudi. (Anadolu Agency)

13 Warga Sipil Terluka dalam Serangan Houthi ke 3 Kota di Arab Saudi

Willy Haryono • 15 September 2026 07:28

Riyadh: Sebanyak 13 warga sipil terluka dalam serangan rudal balistik dan drone yang dilancarkan kelompok Houthi asal Yaman ke tiga kota di Arab Saudi.

Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Malki, mengatakan serangan tersebut menyasar Khamis Mushait, Abha, dan Taif pada Senin kemarin. Menurut al-Malki, seluruh korban mengalami luka ringan hingga sedang.

Selain korban luka, serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada tujuh rumah dan dua kendaraan.

Al-Malki menuduh Houthi sengaja menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil. Ia mengatakan koalisi akan mengambil langkah untuk mencegah serangan serupa kembali terjadi dengan alasan hak untuk membela diri.

Dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, 15 September 2026, pernyataan koalisi disampaikan setelah juru bicara militer Houthi Yahya Saree pada Senin mengklaim pesawat tempur Arab Saudi melakukan 54 serangan udara di lima provinsi Yaman dalam 24 jam sebelumnya.

Saree mengatakan serangan tersebut menggunakan pesawat tempur F-15 dan Typhoon. Ia memperingatkan bahwa serangan Saudi “tidak akan dibiarkan tanpa balasan."

Sebelumnya pada hari yang sama, Houthi juga mengklaim melancarkan serangan besar menggunakan rudal dan drone terhadap Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait.

Kelompok tersebut juga mengancam akan memperluas operasi serangan terhadap Arab Saudi.

Eskalasi Kembali Meningkat

Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan kelompok Houthi kembali meningkat sejak awal Juli 2026 setelah kedua pihak menikmati periode relatif tenang selama beberapa tahun.

Eskalasi tersebut juga memperluas risiko konflik ke wilayah Arab Saudi, yang menjadi aktor eksternal utama dalam mendukung pemerintah Yaman. Houthi yang didukung Iran merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi Yaman pada 2014.

Setahun kemudian, koalisi negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Konflik yang berlangsung selama lebih dari satu dekade tersebut kembali memasuki fase eskalasi, ditandai dengan saling serang menggunakan rudal, drone, dan serangan udara antara Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Baca juga: Pemerintah Yaman Klaim 150 Warga Sipil Tewas akibat Serangan Houthi

(Willy Haryono)