Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf mengatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga AS memenuhi komitmen. (Anadolu Agency)
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Penuhi Komitmen
Willy Haryono • 20 September 2026 14:56
Teheran: Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf mengatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat memenuhi komitmen yang dibuat dalam kesepakatan di bulan Juni dan memenuhi sejumlah syarat yang ditetapkan Teheran.
Berbicara di hadapan parlemen pada Minggu, Qalibaf mengatakan Iran telah “secara eksplisit menyampaikan syarat-syaratnya kepada pihak lawan melalui para perantara," menurut kantor penyiaran pemerintah Iran, IRIB, Minggu, 20 September 2026.
“Musuh sangat memahami bahwa jalur penipuan dan pemaksaan sepihak telah tertutup. Hingga syarat-syarat ini dipenuhi, hak-hak sah bangsa Iran diakui, dan komitmen Amerika dipenuhi, tidak akan ada jalan untuk kembali ke kondisi perundingan sebelumnya atau membuka kembali Selat Hormuz,” kata Qalibaf.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah negara di kawasan yang menjadi lokasi aset militer AS.
Iran juga menutup Selat Hormuz, salah satu jalur perairan terpenting di dunia untuk pengiriman minyak dan gas.
Washington dan Teheran mencapai kesepakatan pada Juni yang mencakup penghentian operasi militer serta pengaturan untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran.
Namun, kesepakatan tersebut kemudian runtuh akibat perbedaan pendapat antara kedua pihak mengenai pengaturan pelayaran dan keamanan di jalur perairan strategis tersebut.
Baca juga: Macron Serukan Jalur Alternatif Selat Hormuz demi Keamanan Pasokan Energi