Macron Serukan Jalur Alternatif Selat Hormuz demi Keamanan Pasokan Energi

Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Anadolu Agency)

Macron Serukan Jalur Alternatif Selat Hormuz demi Keamanan Pasokan Energi

Willy Haryono • 15 September 2026 06:37

Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron kembali menyerukan pengembangan jalur alternatif Selat Hormuz demi menjamin keamanan pasokan energi sekaligus mengurangi tekanan terhadap harga bahan bakar.

Macron mengatakan upaya mengamankan pasokan energi harus dilakukan melalui deeskalasi ketegangan dan pengembangan jalur alternatif terhadap salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia tersebut.

“Menjamin pasokan energi kita dengan bekerja menuju deeskalasi dan mengembangkan jalur alternatif terhadap Selat Hormuz berarti mengurangi tekanan terhadap harga di pompa bensin,” kata Macron melalui platform media sosial X yang dikutip Anadolu Agency, Selasa, 15 September 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Macron menerima Perdana Menteri Irak Ali Al-Zaidi di Paris.

Macron menilai keputusan Al-Zaidi menjadikan Prancis sebagai tujuan pertama dalam rangkaian lawatan Eropanya menunjukkan bahwa kedua negara dapat memainkan peran untuk menjaga keseimbangan di kawasan.

“Bertindak demi stabilitas kawasan berarti membela kepentingan rakyat Prancis,” ujar Macron.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan dengan negara-negara mitra, termasuk dalam upaya memerangi terorisme.

Menurut Macron, diplomasi Prancis di kawasan diarahkan pada dua kepentingan utama, yakni melindungi daya beli masyarakat dan memastikan keamanan warga. Ia mengatakan stabilitas kawasan Timur Tengah memiliki dampak langsung terhadap kepentingan Prancis, termasuk keamanan energi dan harga bahan bakar.

Irak Perkuat Hubungan dengan Eropa

Al-Zaidi memulai kunjungan resmi ke Prancis dan Jerman pada Minggu lalu. Ia memimpin delegasi tingkat tinggi pemerintah Irak dalam lawatan yang bertujuan memperkuat hubungan bilateral dengan kedua negara Eropa tersebut.

Pemerintah Irak mengatakan pembicaraan selama kunjungan akan mencakup kerja sama ekonomi, investasi, perdagangan, energi, industri, dan teknologi. Agenda pembahasan juga mencakup isu politik dan keamanan.

Menurut pemerintah Irak, rangkaian kunjungan tersebut ditujukan untuk mengubah berbagai kesepahaman yang telah dicapai sebelumnya menjadi kemitraan yang lebih konkret.

Baghdad juga berharap dapat menarik lebih banyak investasi dari Eropa untuk mendukung pembangunan dan pengembangan berbagai sektor di Irak.

Baca juga: Iran dan Oman Sepakati Rute Baru Selat Hormuz, Pembukaan Masih Tunggu Sikap AS

(Willy Haryono)