Iran dan Oman Sepakati Rute Baru Selat Hormuz, Pembukaan Masih Tunggu Sikap AS

Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

Iran dan Oman Sepakati Rute Baru Selat Hormuz, Pembukaan Masih Tunggu Sikap AS

Willy Haryono • 13 September 2026 12:33

Muscat: Iran dan Oman menyepakati rincian rute baru untuk keluar-masuk kapal melalui Selat Hormuz, dan hasil pembahasan ini akan disampaikan kepada negara-negara pesisir Teluk dalam pertemuan regional di Muscat pada Senin besok.

Mengutip China Daily, Minggu, 13 September 2026, kesepakatan tersebut dicapai setelah Iran dan Oman melakukan pembicaraan teknis dan diplomatik intensif yang menghasilkan kesepakatan final pada akhir Agustus.

Berdasarkan kesepakatan itu, rute masuk dari kawasan Teluk akan sepenuhnya berada di perairan teritorial Iran. Sementara itu, sebagian rute keluar juga akan melewati perairan teritorial Iran.

Menurut sumber Iran yang dikutip China Daily, rute baru tersebut akan beroperasi berdasarkan pengaturan yang ditetapkan Iran. Setelah sistem baru diberlakukan, rute di bagian selatan jalur perairan tersebut akan ditutup.

Amerika Serikat (AS) sebelumnya bersikeras agar rute selatan tetap dibuka. Namun, kesepakatan antara Iran dan Oman tersebut belum berarti Selat Hormuz akan kembali dibuka untuk pelayaran secara penuh.

“Kesepakatan tersebut sama sekali tidak berarti Selat Hormuz akan dibuka,” kata sumber tersebut.

Sumber itu juga menyebut Iran telah menetapkan tujuh syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz dan telah menyampaikannya kepada AS. Menurut dia, jalur tersebut akan tetap ditutup hingga seluruh persyaratan dipenuhi.

Ia menegaskan bahwa keputusan untuk membuka kembali Selat Hormuz pada akhirnya bergantung pada sikap AS.

Rute Aman Dibahas Negara Pesisir

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei sebelumnya mengatakan para menteri luar negeri negara-negara pesisir Teluk dijadwalkan bertemu di Oman pada Senin.

Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah persoalan regional, termasuk pembahasan Iran dan Oman mengenai penetapan jalur aman bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz.

“Dalam agenda tersebut, kami akan menyampaikan kepada para delegasi hasil pembahasan Iran dan Oman mengenai jalur aman bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz,” ujar Baghaei pada Jumat lalu.

Baghaei mengatakan pembahasan mengenai rute aman tersebut dilakukan Iran dan Oman dalam kapasitas keduanya sebagai negara pesisir Selat Hormuz.

Pada akhir Agustus, Iran dan Oman dalam pernyataan bersama menyebut telah bertukar pandangan mengenai kerangka bertahap yang diusulkan. Salah satu usulan tersebut mencakup pembentukan koridor pelayaran bersama sementara di Selat Hormuz.

Jalur Strategis Energi Dunia

Selat Hormuz menghubungkan kawasan Teluk dengan Laut Arab dan menjadi salah satu jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan energi global. Sebagian besar pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk melewati jalur strategis tersebut.

Iran dan Oman berada di sisi berseberangan dari Selat Hormuz. Kedua negara selama ini melakukan konsultasi mengenai keamanan maritim dan kelancaran pelayaran di kawasan tersebut.

Situasi berubah setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz.

Di sisi lain, pasukan AS memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal yang menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran.

Rancangan rute baru Iran dan Oman kini menjadi bagian dari upaya mencari mekanisme pelayaran di tengah ketegangan tersebut. Namun, berdasarkan keterangan sumber Iran, kesepakatan teknis mengenai rute baru belum menjadi keputusan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Pembukaan jalur strategis itu masih dikaitkan dengan pemenuhan sejumlah persyaratan yang diajukan Teheran kepada Washington. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir, Tuduh Teheran Ingin Pengaruhi Pemilu

(Willy Haryono)