Koops TNI Habema Komitmen Lindungi Warga Papua Usai Peristiwa Kekerasan di Yahukimo

Tiga warga sipil meninggal dunia akibat aksi kekerasan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata OPM pimpinan Kopitua Heluka (Danops Kodap Yahukimo). Dokumentasi/ Istimewa

Koops TNI Habema Komitmen Lindungi Warga Papua Usai Peristiwa Kekerasan di Yahukimo

Silvana Febiari • 23 July 2026 13:32

Yahukimo: Di balik duka yang kembali menyelimuti Yahukimo, Komando Operasi (Koops) TNI Habema memperkuat komitmennya untuk melindungi masyarakat Papua dari ancaman kekerasan. Bagi Koops TNI Habema, menjaga keamanan bukan hanya tugas negara, tetapi juga memastikan warga dapat hidup, bekerja, dan membangun masa depan dengan aman tanpa rasa takut.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M. Wirya Arthadiguna menegaskan setiap tindakan aparat keamanan selalu berorientasi pada perlindungan masyarakat dan penegakan hukum yang profesional. 

“Koops TNI Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Wirya di Yahukimo, Kamis, 23 Juli 2026. 
 


Sebelumnya, peristiwa tragis terjadi di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Senin, 20 Juli 2026. Tiga warga sipil meninggal dunia akibat aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata OPM pimpinan Kopitua Heluka (Danops Kodap Yahukimo). 

Berdasarkan informasi awal serta pernyataan yang dipublikasikan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, kelompok tersebut mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Korban terdiri atas sepasang suami istri, Kumis Kogoya beserta istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam. Hingga kini, identitas lengkap maupun kronologi secara menyeluruh masih dalam proses pendalaman oleh aparat yang berwenang. 

Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban atas peristiwa tersebut. Kehilangan warga sipil akibat tindak kekerasan merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Kami menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga korban. Tidak ada satu pun masyarakat yang seharusnya kehilangan nyawa akibat aksi kekerasan,” ungkap Wirya. 

Sejalan dengan komitmen tersebut, Koops TNI Habema terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai aturan yang berlaku. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap pelaku, melindungi masyarakat, serta mencegah terulangnya aksi kekerasan yang mengancam warga sipil.
 
Dalam setiap pelaksanaan tugas, Koops TNI Habema mengedepankan prinsip selektif, terukur, profesional, dan sesuai koridor hukum. Pendekatan tersebut menjadi landasan agar setiap tindakan aparat efektif menjaga keamanan sekaligus tetap menghormati nilai kemanusiaan serta melindungi hak masyarakat yang tidak terlibat konflik.


Tiga warga sipil meninggal dunia akibat aksi kekerasan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata OPM pimpinan Kopitua Heluka (Danops Kodap Yahukimo). Dokumentasi/ Istimewa


Bagi Koops TNI Habema, keamanan bukan sekadar kondisi tanpa gangguan, melainkan fondasi bagi kehidupan masyarakat Papua. Situasi yang kondusif memungkinkan anak-anak belajar dengan aman, pelayanan kesehatan menjangkau warga, aktivitas ekonomi bergerak, dan kehidupan sosial tumbuh dengan harapan.

Koops TNI Habema mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Sinergi antara aparat, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan warga menjadi kunci mencegah kembali terjadinya aksi kekerasan yang merugikan masyarakat Papua.

Bagi Koops TNI Habema, setiap nyawa masyarakat Papua merupakan amanah yang harus dijaga. Keberhasilan operasi bukan hanya diukur dari capaian tugas, tetapi juga ketika masyarakat dapat hidup aman, keluarga berkumpul tanpa rasa cemas, dan generasi muda Papua tumbuh dengan harapan.

Dari duka Yahukimo, komitmen tersebut semakin diperkuat. Negara akan terus hadir melindungi warga, menegakkan hukum secara profesional dan bermartabat, serta mencegah jatuhnya korban akibat kekerasan.

(Silvana Febiari)