Kepengurusan baru PP PMKRI. Foto: Istimewa
PP PMKRI Tetapkan Kepengurusan Baru
Khoerun Nadif Rahmat • 29 July 2026 12:51
Jakarta: Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas, menetapkan kepengurusan baru. Yakni, untuk periode 2026-2028.
Christian Alesandro Delviero Rettob atau Delvis Rettob resmi terpilih sebagai Mandataris Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA), Formatur Tunggal. Sekaligus, Ketua PP PMKRI Sanctus Thomas Aquinas.
Usai terpilih, Delvis menyampaikan apresiasi kepada seluruh cabang yang telah menyukseskan Kongres dan MPA. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh dinamika, namun tetap dalam suasana persaudaraan.
"Keberhasilan Kongres dan MPA itu merupakan hasil kerja keras seluruh cabang PMKRI se-Indonesia. Prosesnya memang penuh dinamika, tetapi berjalan dalam kehangatan dan semangat persaudaraan," ujar Delvis, dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 29 Juli 2026.
Delvis ditetapkan sebagai Ketua Presidium dalam Sidang MPA XXXIII yang digelar di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 28 Juli 2026. Pada putaran pertama pemilihan, sembilan kandidat mengikuti pemungutan suara, yakni Popin dari Surabaya, Bhre dari Semarang, Jonas dari Yogyakarta, Mone dari Kupang, Delvis dari Ambon, Ferdy dari Bogor, Exen dari Malang, Nardin dari Ruteng, dan Roland dari Denpasar.
Delvis memperoleh 43 suara, disusul Exen 13 suara, Mone dan Jonas masing-masing delapan suara, Roland empat suara, Bhre tiga suara, Popin dan Nardin masing-masing dua suara, Ferdy satu suara, serta tiga suara tidak sah. Delvis dan Exen lolos ke putaran kedua. Namun, sebelum pemungutan suara berlangsung, Exen meninggalkan arena.

Kepengurusan baru PP PMKRI. Foto: Istimewa
Berdasarkan tata tertib dan agenda persidangan, forum MPA kemudian menetapkan Delvis sebagai Ketua Presidium PP PMKRI Sanctus Thomas Aquinas periode 2026-2028.
Delvis mengatakan kepengurusan baru akan memperkuat kemitraan dengan pemerintah pusat dan daerah, lembaga negara, serta organisasi sosial dan kemasyarakatan. Selain itu, konsolidasi internal di seluruh cabang juga akan diperkuat agar PMKRI mampu merespons berbagai persoalan bangsa, termasuk ketimpangan pembangunan dan kebijakan yang belum merata.
Ia mengajak seluruh kader menjaga persatuan organisasi meski memiliki perbedaan pandangan. "Perbedaan sikap politik jangan sampai mencederai organisasi. Mari kita kembali mengedepankan semangat persaudaraan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun PMKRI," kata Delvis.
Delvis berharap PMKRI menjadi organisasi yang semakin kritis, mandiri, solid, dan relevan dalam melayani Gereja, bangsa, dan negara. Ketua Cabang Penyelenggara Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI, Margareta Kartika, berharap kepengurusan baru dapat membawa PMKRI terus berkembang sebagai gerakan kader yang beriman, intelektual, dan berpihak kepada masyarakat.
"PMKRI harus terus memperkuat persaudaraan dan solidaritas, sekaligus menghadirkan program kaderisasi dan gerakan yang konkret, berbasis data, serta berpihak kepada kelompok kecil dan rentan," ujar Kartika.
Sementara itu, Ketua PMKRI Cabang Palangka Raya, Alponsus Nuno Maria, berharap Ketua Presidium bersama jajaran pengurus baru dapat melanjutkan dan melengkapi program yang belum terlaksana pada periode sebelumnya. Ia juga berharap pengurus pusat lebih aktif mengunjungi cabang untuk menyerap aspirasi kader.
"Harapannya, Ketua Presidium dan pengurus baru dapat turun langsung ke cabang-cabang, mendengar serta memahami berbagai persoalan yang ada. Dengan begitu, kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan cabang," kata Alponsus.
Ketua PMKRI Cabang Jayapura, Christo Uropmabin, juga berharap kepengurusan baru memberi perhatian lebih besar terhadap penguatan kaderisasi dan konsolidasi internal, termasuk memperhatikan berbagai persoalan di Papua.
"Pengurus baru harus memperkuat kaderisasi dan konsolidasi internal, sekaligus memberi perhatian terhadap berbagai persoalan di Papua. PMKRI harus tetap hadir untuk menyuarakan kepentingan masyarakat serta memperjuangkan mereka yang lemah dan kurang didengar," kata Christo.