Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie). Foto Metrotvnews.com
Rerie Dorong Akses Pendidikan Bermutu Bagi Perempuan Atasi Kesenjangan
Muhamad Marup • 6 April 2026 16:30
Jakarta: Kesenjangan antara perempuan dan laki-laki masih terjadi di Indonesia. Tidak hanya di sektor ekonomi, tapi juga pendidikan.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie), mengatakan, akses pendidikan bermutu bagi perempuan sangat penting untuk menghilangkan kesenjangan yang terjadi. Menurutnya, langkah tersebut dapat membuka pengetahuan, membangun kepercayaan diri, dan memperluas ruang kepemimpinan perempuan
Ia mengapresiasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang secara resmi mencanangkan bulan April 2026 sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan.
"Langkah progresif ini merupakan respons strategis terhadap berbagai tantangan fundamental yang masih membayangi kaum perempuan di Indonesia," jelasnya.
Anggota Komisi X DPR RI itu mengakui Angka Partisipasi Sekolah (APS) perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), APS penduduk perempuan usia 7-18 tahun konsisten lebih tinggi jika dibandingkan dengan laki-laki, yaitu mencapai 99,42% pada kelompok 7-12 tahun dan 79,56% pada kelompok 16-18 tahun.
Meski demikian, lanjut Rerie, perempuan menghadapi kesenjangan di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Data International Labour Organization (ILO) 2024 mencatat perempuan lulusan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) hanya 35% dan yang bekerja di sektor yang sama hanya 8%.
"Padahal, STEM adalah sektor kunci masa depan,” ungkap Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.
Rerie menambahkan, skor Indeks Kesenjangan Gender (Gender Gap Index) 2025 Indonesia yang dilaporkan pada World Economic Forum (WEF) tercatat 0,692. Dengan capaian itu, Indonesia berada di peringkat ke-97 dunia dari 148 negara, dan menempati posisi ke-7 dari 10 negara ASEAN.
Kondisi itu, lanjut ia, menjadi pekerjaan rumah Indonesia. Data tersebut menunjukkan tingkat kesetaraan gender yang relatif rendah atau berada di peringkat menengah-bawah dalam lingkup global.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie). Foto Metrotvnews.com
"Pendidikan yang bermutu adalah fondasi untuk mengubah angka ini, agar perempuan tidak hanya hadir, tetapi juga memimpin dalam pengambilan keputusan,” tegasnya.
Rerie sangat berharap, dengan adanya berbagai upaya pemberdayaan perempuan melalui peningkatan akses pendidikan, akan lahir perempuan yang lebih berdaya saing, berkompeten, dan siap mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com