Salah satu sudut rumah warga Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman yang sempat terbakar api misterius. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Peneliti BRIN Duga Kemunculan Api di Sleman Bukan dari Gas Hidrogen
Ahmad Mustaqim • 9 June 2026 09:15
Sleman: Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ikut mendatangi lokasi kemunculan api di rumah warga Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hingga kini, penyebab api yang muncul di rumah milik Mutfiana belum diketahui secara pasti.
Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Kelompok Teknologi Kebencanaan dan Energi BRIN, Hari Soekarno, mengatakan pihaknya melakukan survei awal di Seyegan. Sebelumnya, Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM menyebut kemunculan api dipicu oleh gas hidrogen (H2) dan gas fosfin (PH3). Namun, Hari memiliki dugaan lain.
"Menurut pengamatan saya, kemungkinan itu sangat kecil. Seandainya gas tersebut terbentuk, ia akan segera lepas ke atmosfer dan ternetralisasi oleh udara," ujar Hari, Senin, 8 Juni 2026.
Ia mengatakan keberadaan gas metana dari limbah di sekitar lokasi diduga langsung terbuang ke atmosfer. Menurut dia, gas metana tersebut tidak lagi terperangkap di dalam tanah.
"Seandainya gas terbentuk, ia sudah akan lepas ke atmosfer, seperti itu," ujarnya.
Namun demikian, ia melanjutkan, bukan berarti peluang gas fosfin memicu api sepenuhnya tertutup. Menurut dia, kemungkinan senyawa tersebut ada masih terbuka, tetapi bukan bersumber dari limbah pemotongan ayam.
Di sisi lain, jika kemunculan api dipicu oleh gas hidrogen, harus dibuktikan bahwa senyawa tersebut benar-benar ditemukan. Adapun api yang disebabkan oleh gas metana (CH4) membutuhkan pemicu agar senyawa tersebut menyala. Hal ini berbeda dengan temuan sementara dari peneliti UPN.
"Kalau ini kan langsung terbakar. Nah, ini yang masih menjadi tanda tanya kita," kata dia.
BRIN, lanjutnya, akan menganalisis sejumlah sampel dari lokasi. Perangkat yang diperlukan untuk analisis tersebut harus didatangkan dari Jakarta.
.jpg)
Fenomena kemunculan api di salah satu rumah di Kabupaten Sleman. Dokumentasi UGM
"Selanjutnya kami akan melakukan pengambilan sampel gas dari ruangan yang sering terbakar, kemudian akan kami analisis," ucapnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memasang dua unit kamera pengawas atau CCTV dengan sensor gerak di rumah Fia. Pemasangan CCTV ini bertujuan untuk mendukung pemantauan titik kemunculan api.
"Kami ingin melihat bagaimana asal-usul munculnya api itu. Karena belum pernah ada yang melihat secara langsung proses terjadinya kebakaran di beberapa titik tersebut," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro.