Bangun Kultur Baru, DLH DKI Genjot Gerakan Pilah Sampah dari Hulu

Proses pemilahan sampah yang dilakukan petugas pengangkut sampah. Dok. DLH DKI Jakarta

Bangun Kultur Baru, DLH DKI Genjot Gerakan Pilah Sampah dari Hulu

Achmad Zulfikar Fazli • 9 June 2026 14:54

Jakarta: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengintensifkan gerakan pemilahan sampah dari sumber, untuk membangun kebiasaan baru mengelola limbah rumah tangga. Fase awal ini berfokus pada penguatan edukasi dan sinkronisasi sistem pengangkutan sampah, agar tidak tercampur.

"Gerakan pemilahan sampah dari sumber ini baru berjalan satu bulan, sehingga kami masih dalam tahap konsolidasi pelaksanaan sekaligus pengumpulan data dari berbagai wilayah,” ujar Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan kepada Metrotvnews.com, Selasa, 9 Juni 2026.

Yogi mengatakan pihaknya fokus mengumpulkan data dan mematangkan sistem pelaksanaannya di lapangan. Fokus utamanya, membangun kebiasaan memilah sampah di masyarakat serta memastikan sistem pemilihannya berjalan secara konsisten, mulai dari rumah tangga, kawasan, hingga petugas pengangkutan.

"Data pengurangan sampah masih dalam proses monitoring dan evaluasi, namun kami melihat adanya respons dan partisipasi masyarakat yang cukup positif di sejumlah wilayah,” ujar Yogi.

Ilustrasi proses pemilahan sampah. Dok. DLH DKI Jakarta

Baca Juga: 

Pramono Tegaskan Pengelolaan Sampah yang Baik Dimulai dari Rumah

Menurut dia, partisipasi aktif masyarakat di sejumlah wilayah mulai terlihat. Hal ini, sebagai modal penting bagi keberlanjutan program gerakan pemilahan sampah dari sumber.

Modal tersebut, akan berdampak pada pengurangan jumlah sampah yang masuk ke tempat penampungan sementara (TPS) dan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Bantargebang. Terutama, secara bertahap dan berkelanjutan.

Yogi meyakini perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari rumah menjadi kunci utama penyelesaian krisis sampah Jakarta. DLH DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mengawal program pemilahan sampah melalui pemantauan berkala di berbagai sektor.

(Achmad Zulfikar Fazli)