Aurora Ventures Bidik Penguatan Ekosistem Startup Perempuan di Negara Berkembang

Aurora Ventures bidik penguatan ekosistem startup perempuan di negara berkembang. Foto: dok Aurora Ventures.

Aurora Ventures Bidik Penguatan Ekosistem Startup Perempuan di Negara Berkembang

Husen Miftahudin • 8 June 2026 15:35

Jakarta: Perkembangan ekosistem startup di berbagai negara berkembang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun di tengah pertumbuhan tersebut, founder perempuan masih menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan akses pendanaan dan dukungan investasi yang setara.

Melihat kondisi tersebut, Aurora Ventures resmi diluncurkan sebagai program investasi tahap awal yang berfokus mendukung founder perempuan di emerging markets. Program ini mendapat dukungan dari inDrive, platform mobility dan delivery global yang telah berkembang menjadi unicorn di berbagai negara berkembang, termasuk kawasan yang menjadi fokus investasi Aurora Ventures.

Country Manager inDrive Indonesia Rio Aristo mengatakan dukungan terhadap Aurora Ventures sejalan dengan komitmen inDrive dalam mendorong akses dan kesempatan yang lebih adil bagi semua pihak, termasuk para founder perempuan di emerging markets.

"Kami melihat semangat yang sama juga dimiliki oleh banyak founder perempuan di emerging markets saat ini. Karena itu, dukungan terhadap Aurora Ventures bukan hanya soal inisiatif sosial, tetapi juga tentang membuka peluang besar yang selama ini kurang mendapatkan perhatian," ujar Rio seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 8 Juni 2026.
 
Aurora Ventures dibentuk berdasarkan data dan pengalaman selama lima tahun penyelenggaraan Aurora Tech Award yang menunjukkan masih besarnya kesenjangan akses pendanaan bagi founder perempuan, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Afrika, dan Amerika Latin. Meski banyak startup perempuan menunjukkan pertumbuhan bisnis yang kuat dan efisien, mereka dinilai masih sering undervalued dan kurang mendapat perhatian dari investor tradisional.

Riset terbaru Aurora yang melibatkan lebih dari 900 founder dari 127 negara juga menemukan founder perempuan masih menghadapi tantangan berupa "competence scepticism" atau keraguan terhadap kemampuan mereka, serta tuntutan pencapaian bisnis yang lebih tinggi.
 

Baca juga: KJRI San Francisco Dukung Ekspansi Startup Mahasiswa Indonesia ke Pasar Global


(Aurora Ventures bidik penguatan ekosistem startup perempuan di negara berkembang. Foto: dok Aurora Ventures)
 

Siapkan pendanaan hingga USD250 ribu


Melalui Aurora Ventures, program ini akan memberikan investasi sebesar USD180 ribu hingga USD250 ribu pada tahap pengembangan awal dan pendanaan awal startup. Selain pendanaan, Aurora Ventures juga menyediakan akses jaringan, mentoring, serta dukungan operasional untuk membantu startup berkembang menuju tahap pendanaan berikutnya dengan peluang yang lebih setara.

Program pilot Aurora Ventures 2026 akan difokuskan pada pembangunan portofolio awal sekaligus memperkuat fondasi menuju struktur pendanaan venture capital yang lebih besar di masa depan.

Sejak pertama kali hadir pada 2021, Aurora Tech Award telah menjadi wadah bagi founder perempuan teknologi dari 127 negara untuk mendapatkan akses pendanaan, jaringan global, dan peluang pengembangan bisnis. Program ini merupakan bagian dari upaya inDrive dalam mendukung inovasi dan pemberdayaan komunitas di berbagai negara berkembang.

(Husen Miftahudin)