Saatnya Pemimpin Teknologi Indonesia Menuju Level Global

Ilustrasi. Foto: Magnific.

Saatnya Pemimpin Teknologi Indonesia Menuju Level Global

Ade Hapsari Lestarini • 8 June 2026 17:55

Jakarta: Indonesia semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu kekuatan baru dalam ekosistem teknologi global. Selain memiliki pasar digital yang besar, Indonesia juga dinilai memiliki talenta dan pemimpin teknologi yang semakin diakui di tingkat internasional.

Dengan karakteristik pasar yang kompleks dan beragam, Indonesia menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan teknologi. Kondisi tersebut mendorong lahirnya pemimpin teknologi yang adaptif, inovatif, dan mampu menghadapi dinamika transformasi digital yang berkembang cepat.

Semangat tersebut menjadi benang merah penyelenggaraan Indonesia CIO 200 Summit 2026 yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada 3 Juni 2026. Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, acara ini berkembang menjadi platform strategis yang mempertemukan pemimpin teknologi Indonesia dengan ekosistem teknologi global.

Acara yang diselenggarakan oleh Global CIO Forum Indonesia Chapter itu dipimpin oleh Hendy Harianto sebagai President, bersama Ichwan Peryana dan Sudarto Unsurlany sebagai Vice President. Lebih dari 200 pemimpin teknologi dan digital dari berbagai sektor industri hadir untuk berbagi wawasan, membangun kolaborasi, serta memberikan apresiasi atas pencapaian insan teknologi Indonesia.

Selain menjadi ajang penghargaan, Indonesia CIO 200 Summit 2026 juga menghadirkan sejumlah tokoh dan praktisi teknologi nasional maupun internasional. Di antaranya Prof. Onno W. Purbo, David Formula (BCA), Yessie Yosetya (XLSMART), Andrew Tirtadjaja (PwC), Retno Kusumawati (Accenture), Gina Virginia (CTBC Indonesia), Sai Prasad Kolluri (Google Cloud), Joseph Lembayung (Darma Henwa), Irvan Bastian Arief (tiket.com), Goutama Bachtiar (Cloud Security Alliance), Alexander Kuntoro (MII), Chichi Utami (Paragon Corp), hingga Tiarma Quezonita Simanungkalit (Agung Sedayu Group).

Global CIO Forum merupakan komunitas kepemimpinan teknologi global dengan lebih dari 50 ribu anggota aktif yang tersebar di lebih dari 60 negara selama lebih dari satu dekade.


 



"Kami percaya komunitas merupakan elemen kunci agar kita dapat bergerak bersama menuju masa depan yang lebih baik. Melalui komunitas, tercipta peluang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman lintas negara," ujar CEO sekaligus Co-Founder Global CIO Forum, Ronak Samantaray, dalam keterangan tertulis, Senin, 8 Juni 2026.

President Global CIO Forum Indonesia Chapter Hendy Harianto mengatakan pihaknya ingin memperkenalkan para pemimpin teknologi Indonesia ke panggung global.

"Tahun sebelumnya, delapan pemimpin teknologi Indonesia mendapatkan kesempatan hadir dalam ajang World CIO 200 Grand Finale tingkat dunia. Tahun ini, Indonesia menargetkan partisipasi yang lebih besar sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu emerging technology leadership hub di kawasan Asia," kata Hendy.

Sementara itu, Ichwan Peryana menegaskan Global CIO Forum Indonesia Chapter terbuka untuk berbagai bentuk kolaborasi.

"Kami membuka peluang bagi semua pihak untuk berkolaborasi. Tujuan kami bukan sekadar membangun jaringan, tetapi menciptakan wadah bagi para pemimpin teknologi untuk saling berbagi, belajar, dan menciptakan dampak nyata bagi industri," ujar Ichwan.

Senada, Sudarto Unsurlany berharap CIO 200 Indonesia Summit & Awards dapat terus menjadi agenda tahunan yang memperkuat kolaborasi antara pemimpin teknologi, perusahaan teknologi, dan institusi pendidikan di tingkat nasional maupun internasional.
 

Dorong peran perempuan di sektor teknologi


Salah satu agenda penting dalam Indonesia CIO 200 Summit 2026 adalah pembahasan mengenai peran perempuan di industri teknologi. Dalam kesempatan tersebut, Global CIO Forum Indonesia Chapter meluncurkan Women in Technology Initiative yang disebut sebagai inisiatif pertama dalam sejarah Global CIO Forum.

"Momentum ini menjadi tonggak bersejarah yang menempatkan Indonesia sebagai pelopor gerakan global Women in Technology di ekosistem Global CIO Forum," kata Hendy.

Director & Chief Information Technology Officer XLSMART, Yessie Yosetya, mengungkapkan partisipasi perempuan di sektor teknologi Indonesia masih relatif rendah.

"Kalau kita lihat, perempuan Indonesia di dunia teknologi kurang dari 20 persen, bahkan yang sampai board level hanya 8 persen," ujarnya.

Menurut Yessie, angka tersebut masih tertinggal dibandingkan beberapa negara di kawasan seperti Thailand dan Singapura.

Managing Director Accenture Indonesia Retno Kusumawati menilai peningkatan partisipasi perempuan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kesempatan yang lebih besar untuk berkembang dan memimpin.


CIO BCA David Formula. Foto: dok istimewa.


Hal serupa disampaikan Corporate Technology Lead PT Paragon Technology and Innovation, Chichi Utami. Ia mengaku sempat ragu saat ditawarkan posisi IT Manager yang didominasi laki-laki, namun akhirnya menerima tantangan tersebut berkat dukungan atasannya.

Sementara itu, Chief Technology & Operations Bank CTBC Indonesia Gina Virginia menekankan pentingnya keberanian perempuan dalam mengambil keputusan dan mengelola risiko sebagai pemimpin.

Sebagai bentuk komitmen, Global CIO Forum memberikan penghargaan Women in Technology Inauguration kepada sejumlah perempuan Indonesia yang dinilai menunjukkan kepemimpinan dan pencapaian luar biasa di bidang teknologi.

Tiga tokoh ditunjuk sebagai Women in Technology Ambassador, yakni Yessie Yosetya, Rektor BINUS University Dr. Nelly, dan Managing Director HP Indonesia Juliana Chen. Penghargaan Global Technology Leadership Distinguished Laureate–Women 2026 juga diberikan kepada Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid atas kontribusinya dalam mendorong transformasi digital dan pembangunan ekosistem digital yang berkelanjutan.

Indonesia juga akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana Global Women Leaders Forum pada 2026 yang diinisiasi oleh Global CIO Forum pusat bersama Indonesia Chapter.
 

AI dan transformasi digital jadi sorotan


Selain membahas kepemimpinan teknologi, forum ini juga menghadirkan berbagai sesi diskusi mengenai transformasi digital dan kecerdasan artifisial (AI). Onno W. Purbo membagikan pandangannya mengenai bagaimana AI mengubah proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan organisasi.

Sementara itu, CIO BCA David Formula berbagi pengalaman transformasi digital yang dilakukan perusahaan, termasuk pemanfaatan teknologi AI. VP of Data and AI tiket.com Irvan Bastian Arief mengatakan AI berpotensi meningkatkan produktivitas dengan mengotomatisasi pekerjaan yang bersifat repetitif.

"Sebagai software engineer, saya tidak suka mengerjakan dokumentasi. Sekarang pembuatan dokumentasi bisa dikerjakan AI sehingga saya bisa fokus melakukan coding," kata dia.

Namun, Digital Transformation & IT Director Darma Henwa Joseph Lembayung mengingatkan implementasi AI perlu dibarengi strategi yang tepat dan selaras dengan transformasi bisnis perusahaan.

"Implementasi AI membutuhkan transformasi bisnis. Jadi kita harus bisa menyelaraskan adopsi AI dengan transformasi bisnis tersebut," kata Joseph.

(Ade Hapsari Lestarini)