Banjir akibat hujan deras melanda sejumlah wilayah di Brasil. (Anadolu Agency)
Banjir akibat Hujan Deras Tewaskan 23 Orang di Brasil, Puluhan Masih Hilang
Willy Haryono • 25 February 2026 07:53
Minas Gerais: Hujan deras memicu banjir di negara bagian Minas Gerais, Brasil tenggara pada Selasa kemarin, yang telah menewaskan sedikitnya 23 orang.
Puluhan petugas darurat, sebagian dengan anjing pelacak terlatih, menyisir tumpukan puing bangunan di wilayah Juiz de Fora, dan mencatat sedikitnya 18 korban tewas.
Mereka juga mencari lebih dari 40 orang yang masih hilang sejak hujan mulai turun pada Senin lalu.
“Kami sudah berada di sini sejak tadi malam untuk melihat apakah mereka masih selamat di bawah tanah,” kata Livia Rosa (44), seorang penjahit, kepada kantor berita AFP.
Ia mengatakan beberapa anggota keluarganya tertimbun lumpur. “Harapan adalah hal terakhir yang mati,” ujarnya.
Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 25 Februari 2026, hujan deras diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, sehingga berpotensi mempersulit upaya penyelamatan.
Foto-foto dari lokasi menunjukkan lumpur tebal menutup sejumlah wilayah Juiz de Fora setelah sungai yang meluap keluar dari jalurnya.
Sedikitnya 440 orang terpaksa mengungsi di kota yang terletak sekitar 310 kilometer di utara Rio de Janeiro tersebut. Tujuh korban tewas lainnya dilaporkan di kota terdekat, Uba.
Wali Kota Juiz de Fora Margarida Salomao mengatakan sedikitnya 20 tanah longsor terjadi di wilayah itu dan sejumlah rumah runtuh.
“Banyak orang berada di dalam rumah saat hujan turun pada malam hari,” kata Mayor Demetrius Goulart dari pemadam kebakaran kepada AFP.
“Kami masih berharap. Kami menemukan seorang anak laki-laki pagi ini. Ia berada di dalam rumah, di bawah reruntuhan. Tim membutuhkan waktu dua jam untuk menyelamatkannya,” katanya.
'Hari Paling Menyedihkan'
Sedikitnya 108 personel pemadam kebakaran dikerahkan ke Juiz de Fora dan 28 lainnya ke Uba. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan penuh kepada para korban.“Fokus kami adalah memastikan bantuan kemanusiaan, pemulihan layanan dasar, dukungan bagi pengungsi, dan bantuan rekonstruksi,” tulisnya di media sosial.
Salomao mengatakan wilayah tersebut mengalami Februari terbasah sepanjang sejarah. “Lebih dari 180 milimeter hujan turun dalam empat jam, sangat intens, merusak, dan terus-menerus,” katanya.
Ia menyebut peristiwa itu sebagai “hari paling menyedihkan selama masa jabatan saya."
“Di sini, kami tetap berkomitmen penuh dan memprioritaskan penyelamatan nyawa,” ujarnya.
Baca juga: Bertambah Lagi, Korban Tewas Badai dan Banjir Brasil Jadi 55 Orang