Mendes: Dana Desa Tak Dipotong, Tapi Disiapkan Formula Baru

Mendes PDT Yandri Susanto. Metrotvnews.com/ Triawati

Mendes: Dana Desa Tak Dipotong, Tapi Disiapkan Formula Baru

Triawati Prihatsari • 14 January 2026 09:45

Boyolali: Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto menekankan tidak ada pemotongan dana desa. Ia mengklaim tengah menyiapkan formula baru pengelolaan dana desa agar lebih efektif mendorong pemerataan ekonomi.

"Jadi sebenarnya dana desa itu tidak dipotong, tetapi dibuat formula lain yang tidak sama dengan yang selama ini, dan itu sangat bagus,” kata Yandri, usai berdialog dengan Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) se-Jawa dan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa, 13 Januari 2026. 


Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir

Yandri mengatakan, formula baru pengelolaan dana desa diharapkan bakal memperkuat pelayanan publik, serta mempercepat pengentasan kemiskinan di perdesaan. Menurutnya, perubahan formula tersebut merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pembangunan yang merata hingga ke desa.

Kebijakan itu sejalan dengan Asta Cita keenam, yakni Pembangunan dari Desa untuk Pemerataan Ekonomi. Yandri menjelaskan, salah satu instrumen utama dalam skema baru pengelolaan dana desa adalah penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Dengan Kopdes dan MBG, perputaran uang di desa bisa mencapai Rp5 miliar sampai Rp8 miliar setiap bulan. Ini peluang besar bagi desa,” beber Yandri.

Di sisi lain, ke depan program MBG dan Kopdes Merah Putih wajib menyerap produk lokal desa sebagai bahan baku. Pemerintah tengah menyiapkan regulasi agar kebutuhan pangan untuk MBG tidak diambil dari luar desa atau daerah lain. 

“Siklus ekonomi harus bergerak dari desa, oleh desa, dan untuk desa,” tegas Yandri.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)