Mendikdasmen Pastikan Langsung MPLS SD Srengseng Berjalan Aman Pascateror Bom

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Foto: Antara.

Mendikdasmen Pastikan Langsung MPLS SD Srengseng Berjalan Aman Pascateror Bom

Anggi Tondi Martaon • 14 July 2026 13:46

Jakarta: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meninjau langsung Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SD Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan. Hal itu disampaikan Mu'ti merespons teror bom di sekolah tersebut.

"Hasil investigasi kepolisian menyatakan ancaman tersebut hanya tindakan iseng, tidak terbukti sebagai ancaman nyata, dan pelaku telah diidentifikasi, serta motifnya masih didalami. Saya sudah mengunjungi langsung sekolah tersebut tadi pagi dan bertemu dengan siswa, kepala dinas pendidikan, hingga guru," kata Mu'ti dikutip dari Antara, Selasa, 14 Juli 2026.

Ia menjelaskan hasil pemantauan menunjukkan kegiatan MPLS berlangsung normal, siswa tetap ceria, dan tidak terlihat rasa takut di kalangan siswa, orang tua, maupun guru.  

Mu'ti menjelaskan pemerintah mengarahkan MPLS agar menjadi awal yang menyenangkan bagi peserta didik baru. Pendekatan yang diterapkan adalah humanis dan inklusif. 

"MPLS juga dimanfaatkan sebagai sarana, penelusuran bakat dan minat siswa, membangun motivasi belajar, dan meningkatkan rasa percaya diri," ungkap Mu'ti.

Mu'ti mengingatkan kepada seluruh sekolah bahwa kebijakan MPLS berlaku bagi kelas 1 SD, 7 SMP, hingga 10 SMA. Sebab, MPLS menjadi momentum memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas perundungan. Selain itu, sekolah juga didorong membiasakan hidup bersih dan sehat.  

"Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, bahaya dan dampak negatif judi online, cyber bullying (perundungan siber), serta dampak negatif penyalahgunaan teknologi digital," sebut Mu'ti.

Mu'ti menjelaskan MPLS bertujuan agar siswa memiliki motivasi tinggi. Sekaligus, kesiapan menghadapi jenjang pendidikan baru.

Kepolisian mengungkap teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin, 13 Juli 2026. Teror berawal dari pesan pribadi melalui aplikasi WhatsApp yang diterima guru saat upacara hari pertama MPLS.  

"Kita dapati bahwa memang informasinya betul, ada WA yang masuk ke guru dan TU," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi.

Suasana MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Foto: Antara.

Nurma mengatakan pesan WhatsApp tersebut diterima oleh guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU). Kemudian, mereka melapor kepada kepolisian dan langsung mengecek tempat kejadian perkara (TKP).

Adapun isi pesan WhatsApp tersebut yakni peneror mengancam akan meledakkan bom ke 11 titik sekolah dan meminta pihak sekolah tidak melapor ke polisi.

"Selamat pagi dan salam sejahtera diharap bersiap-siap dengan hitungan menit tempat sekolahan SDN 15 Pagi ini akan meledak dan kami sudah menyiapkan 11 titik," demikian isi pesan tersebut. 

Kepolisian telah menyisir dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama MPLS, Senin, 13 Juli 2026.

Pelaku pengirim pesan teror bom ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, berhasil ditangkap pada Senin, 13 Juli 2026. Setelah diselidiki, pelaku teror tersebut ternyata merupakan salah satu wali murid di sekolah itu.

Dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa 14 Juli 2026, seorang pria berinisial MY tak berkutik saat dibekuk oleh tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Densus 88 Antiteror, dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan di kediamannya.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel yang digunakan untuk menyebarkan pesan teror ancaman bom.

(Anggi Tondi)