Permudah Kelompok Disabilitas, Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad. Foto: Dok Kemenag

Permudah Kelompok Disabilitas, Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih

Achmad Zulfikar Fazli • 16 June 2026 21:38

Jakarta: Kementerian Agama menyusun standarisasi kosa isyarat keagamaan bagi kelompok disabilitas sensorik rungu wicara atau teman Tuli di Indonesia. Program afirmatif Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) ini bertujuan memetakan serta menyatukan bahasa isyarat istilah-istilah keislaman yang belum berstandar baku.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan penyusunan KOSMIN dilatarbelakangi banyak istilah keagamaan di ranah teologi maupun fikih ibadah yang membingungkan sahabat Tuli. Sebab, belum ada kesepakatan terkait kosa isyarat yang digunakan.

"Konon, konsep mendasar tentang surga dan neraka saja belum ada kesepakatan isyarat bakunya. Termasuk istilah fikih harian seperti haid, nifas, istihadhah, hingga mimpi basah. Oleh karena itu, Kemenag hadir memberikan capaian luar biasa berupa standarisasi ini," ujar Abu dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa, 16 Juni 2026
 


Abu menjelaskan KOSMIN merupakan kelanjutan dari program inklusi Kemenag. Pihaknya telah menuntaskan penyusunan Master Al-Qur'an Isyarat, lengkap beserta komponen tafsirnya.

Tahun ini, Kemenag akan menyelesaikan standarisasi kosa isyarat keislaman agar literasi keagamaan bagi sahabt Tuli dapat paripurna.  

Penyusunan KOSMIN juga menjadi upaya Kemenag dalam memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyandang Disabilitas. 

Pasal 14 regulasi ini mengatur lima hak keagamaan bagi penyandang disabilitas, yaitu hak memeluk dan mengamalkan ajaran agama berdasarkan keyakinan, akses terhadap rumah ibadah, akses terhadap layanan Keagamaan, akses terhadap Kitab suci, dan akses untuk aktif dalam organisasi.

Melalui momentum Tahun Baru Hijriah, Kemenag mengajak generasi muda, khususnya Gen Z muslim, mengisi hari-hari ke depan dengan aksi nyata yang positif dan inklusif demi memajukan Indonesia. Generasi muda diharapkan menjadi jembatan komunikasi dan penggerak di masyarakat agar tidak ada lagi dinding pemisah bagi kelompok difabel dalam mengakses pendidikan agama.  

"Kami mengajak, terutama bagi generasi muda, Gen Z, untuk mengisi hari ini hingga hari-hari ke depan di tahun baru ini dengan berbagai macam kegiatan yang positif. Ini akan menjadi bekal bagi adik-adik semua untuk menapaki kehidupan yang akan datang, yang tantangannya jauh lebih luar biasa daripada masa muda kita dulu,” ujar Abu. 


Kementerian Agama susun kosa isyarat untuk teman tuli. Foto: Dok. Kemenag.

Dia juga berpesan agar generasi muda terus melanjutkan perjuangan memajukan Indonesia dengan selalu melaksanakan salat dan menyempatkan mengaji Al-Qur'an. 

Peluncuran program ini dikemas dalam acara Kick-Off KOSMIN yang digelar bertepatan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta. Langkah ini diambil sebagai kado inklusif untuk memberikan kemudahan bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali.

Acara kick-off ini ditutup dengan prosesi simbolik. Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama jajaran pejabat Eselon I, staf khusus, dan seluruh peserta melakukan tepuk tangan isyarat bersama komunitas Tuli muslim se-Indonesia. 

Gerakan ini menjadi simbol seluruh satuan kerja di bawah Kementerian Agama berkomitmen melahirkan program-program yang adil, afirmatif, dan ramah disabilitas di masa depan.

(Gabriella Thesa Widiari)