Ilustrasi logo OJK. Foto: dok MI.
Risiko Kredit Macet Berpotensi Naik, OJK Diminta Perkuat Mitigasi Kredit
Husen Miftahudin • 14 June 2026 15:41
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) didorong menyiapkan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi peningkatan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang.
Konsultan dan perencana keuangan Elvi Diana mengatakan sejumlah faktor seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi, ketidakpastian global, tekanan daya beli masyarakat, serta fluktuasi di berbagai sektor usaha dapat memengaruhi kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban kredit.
Menurut Elvi, mitigasi risiko perlu dilakukan sejak dini untuk menjaga stabilitas sektor keuangan nasional.
"Peningkatan NPL harus diantisipasi dengan pendekatan yang tepat dan terukur. OJK bersama industri jasa keuangan perlu memastikan risiko kredit dapat dikelola secara efektif, sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar bagi sistem keuangan," ujar Elvi dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 14 Juni 2026.
Ia menilai pengawasan terhadap kualitas kredit perlu menjadi perhatian utama lembaga jasa keuangan. Perbankan dan perusahaan pembiayaan didorong memperkuat pemantauan portofolio kredit, terutama pada sektor-sektor yang dinilai lebih rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi.
| Baca juga: BTN Perkuat Kualitas Kredit Lewat Transformasi Loan Factory |
Restrukturisasi kredit mesti selektif dan tepat sasaran
Selain pengawasan, Elvi menekankan pentingnya pemanfaatan kebijakan restrukturisasi kredit secara selektif dan tepat sasaran.
Menurut dia, instrumen tersebut dapat membantu debitur yang menghadapi tekanan keuangan agar tetap menjaga kelangsungan usaha maupun stabilitas finansial.
"Restrukturisasi perlu diberikan kepada debitur yang memiliki prospek pemulihan dan itikad baik untuk memenuhi kewajibannya. Pendekatan ini dapat menjadi solusi yang menguntungkan bagi debitur sekaligus lembaga keuangan," jelas Elvi.
.jpg)
(Ilustrasi bank. Foto: Freepik)
Manfaatkan teknologi dalam pengelolaan risiko kredit
Elvi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko kredit. Ia mengusulkan penggunaan sistem peringatan dini (early warning system) berbasis teknologi dan analisis data untuk mendeteksi potensi gagal bayar lebih cepat.
Menurut dia, kemampuan mendeteksi penurunan kualitas kredit sejak tahap awal memberi ruang lebih besar bagi lembaga keuangan untuk mengambil langkah mitigasi sebelum kredit masuk kategori bermasalah.
Elvi optimistis kombinasi pengawasan kredit yang lebih kuat, restrukturisasi yang tepat sasaran, serta pemanfaatan teknologi dapat membantu menjaga kesehatan sektor keuangan nasional.
Ia berharap OJK terus memperkuat koordinasi dengan industri jasa keuangan agar sistem perbankan dan pembiayaan tetap resilien serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.