BTN Jakim 2026, Peserta Diimbau Gunakan Transportasi Umum

Ilustrasi transportasi umum. Foto: MI.

BTN Jakim 2026, Peserta Diimbau Gunakan Transportasi Umum

Anggi Tondi Martaon • 12 June 2026 21:30

Jakarta: Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengeluarkan imbauan kepada peserta BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026. Mereka diminta menggunakan transportasi umum menuju tempat kegiatan.

"Menggunakan transportasi umum apabila memungkinkan," ungkap Budi dikutip dari Antara, Jumat, 12 Juni 2026.

Budi juga menghimbau masyarakat menyesuaikan waktu perjalanan. Peserta juga diingatkan mengikuti arahan petugas. 

"Patuhi arahan petugas di lapangan selama penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon 2026,” ungkap Budi.

Budi menjelaskan, Dishub bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan personel serta sarana pendukung guna memastikan penyelenggaraan berjalan aman, tertib, dan lancar bagi peserta maupun masyarakat umum.

Ia juga menyebut pihaknya mengerahkan 1.149 personel selama dua hari pelaksanaan kegiatan. Seribuan personel tersebut terdiri dari 1.080 personel pengatur lalu lintas, 48 personel mobil derek, 6 personel mobil Variable Message Sign (VMS), dan 15 personel prasarana lalu lintas.

“Petugas kami tidak hanya bertugas mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan nyaman. Kehadiran personel di lapangan merupakan wujud pelayanan agar mobilitas warga dan peserta BTN Jakarta International Marathon dapat berjalan beriringan dengan baik,” kata Budi.

Ilustrasi transportasi umum. Foto: MI/Usman Iskandar.

Pada Sabtu, 13 Juni 2026, Dishub menempatkan 310 personel pada 73 titik. Sedangkan Minggu, 14 Juni 2026, sebanyak 770 personel disiagakan pada 196 titik di sepanjang rute lomba dan kawasan pendukung kegiatan.

Selain personel, Dishub menyiapkan 1.200 unit water barrier, 24 unit mobil derek, 3 unit mobil VMS, 3 unit mobil skylift, serta 15 unit kendaraan pemanduan untuk mendukung pengaturan lalu lintas dan mobilitas selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Satpol PP Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 1.435 personel. Mereka ditempatkan di 708 titik penjagaan selama dua hari pelaksanaan kegiatan.

(Anggi Tondi)