Ilustrasi. Foto: Dok Pertamina.
Ini Penyesuaian Harga Terbaru BBM Pertamax Series di Papua
Whisnu Mardiansyah • 10 June 2026 14:28
Jayapura: PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mulai melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk produk Pertamax Series. Kebijakan ini berlaku di seluruh wilayah Tanah Papua mulai 10 Juni 2026.
Area Manager Communication Relations & CSR Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan penyesuaian harga dilakukan setelah melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator. Langkah ini juga berdasarkan mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.
"Harga BBM non-subsidi yang berlaku untuk seluruh Tanah Papua per 10 Juni 2026, yakni Pertamax (RON 92) dari Rp12.600 per liter menjadi Rp16.650 per liter," kata Ispiani di Jayapura, seperti dilansir Antara, Rabu, 10 Juni 2026,
Menurut Ispiani, harga Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp21.200 per liter. Sementara untuk produk Dex Series tidak mengalami perubahan harga. Dexlite (CN 51) tetap Rp23.500 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp25.350 per liter.
"Sehingga harga tersebut berlaku di seluruh Tanah Papua dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 7,5 persen," ujarnya.
Dia menjelaskan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan sesuai regulasi yang berlaku. Langkah ini menjadi bagian dari implementasi tata kelola energi untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.
"Penyesuaian harga Pertamax dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator," katanya lagi.

Ilustrasi. Foto: Dok Pertamina.
Dia menambahkan pihaknya juga memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.
"Kami akan terus memastikan pasokan BBM di Tanah Papua tetap aman serta tersedia di seluruh jaringan SPBU Pertamina. Dengan demikian, kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," ujarnya.