Tim SAR mengevakuasi ABK berasal dari Filipina karena sakit di Aceh, Selasa, 20 Januari 2026. ANTARA/HO-Basarnas Banda Aceh
ABK Asal Filipina Dievakuasi dari Perairan Aceh Karena Sakit
Silvana Febiari • 20 January 2026 17:35
Banda Aceh: Badan SAR Nasional (Basarnas) mengevakuasi anak buah kapal (ABK) asal Filipina yang sakit saat pelayaran. ABK tersebut bekerja di kapal tanker yang sedang berlayar di perairan Provinsi Aceh.
Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain mengatakan ABK tersebut bernama Gaetos Ferdinand Jr Vengazo (32). Ia merupakan ABK MT V Glory, kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall.
"Korban dievakuasi karena sakit perut di bagian kanan, sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Korban dievakuasi dari kapal tempat bekerja," kata Ibnu, di Banda Aceh, dikutip dari Antara, 20 Januari 2026.
Baca Juga :
Dia menyebut evakuasi berlangsung di perairan dekat Pulau Weh, Kota Sabang. Proses evakuasi dilakukan menggunakan kapal SAR KN Kresna yang berangkat dari Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh.
Sebelumnya, Basarnas Banda Aceh menerima informasi dari agen pelayaran terkait permintaan evakuasi medis seorang ABK MT V Glory karena sakit Saat itu, kapal tanker minyak mentah tersebut berlayar dari Pelabuhan Gwangyang, Korea Selatan menuju Pelabuhan Zirku, Uni Emirat Arab.
"Dari informasi tersebut, kami berkoordinasi dengan pihak MT V Glory untuk menentukan titik koordinat evakuasi korban. Evakuasi menggunakan kapal SAR KN Kresna 232," ujar Ibnu.
Selanjutnya, KN Kresna bergerak dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju lokasi evakuasi di perairan. Lokasi evakuasi berjarak sekitar tujuh nautikal mil atau mil laut dari Pelabuhan Ulee Lheue.

Tim SAR mengevakuasi ABK berasal dari Filipina karena sakit di Aceh, Selasa, 20 Januari 2026. ANTARA/HO-Basarnas Banda Aceh
Setibanya di lokasi yang disepakati, KN Kresna merapat ke MT V Glory. Tim evakuasi kemudian menaiki kapal tanker tersebut, memeriksa kesehatan dan dokumen keimigrasian. Setelah dinyatakan tidak membawa penyakit menular, ABK itu dipindahkan ke KN Kresna.
"Selanjutnya, korban dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue untuk dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh, menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut,"ungkap Ibnu.
Proses evakuasi ini melibatkan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan, Balai Karantina Kesehatan, Bea Cukai, Imigrasi, TNI AL, Syahbandar, agen pelayaran, serta pihak terkait lainnya.
"Dengan selesainya evakuasi ABK warga negara Filipina tersebut, maka operasi SAR ditutup dan semua personel dikembalikan ke instansi masing-masing," tandas Ibnu.