Bayu Risanto, dok: MI
Ilmuwan Indonesia Bayu Risanto Diabadikan Jadi Nama Asteroid, Ini Profilnya
Putri Purnama Sari • 21 January 2026 13:44
Jakarta: Seorang romo asal Indonesia bernama Bayu Risanto menorehkan prestasi membanggakan lantaran namanya resmi diabadikan sebagai nama asteroid, sebagai bentuk penghargaan ilmiah.
Pengabadian nama ini menjadi bukti bahwa kontribusi anak bangsa, termasuk dari kalangan rohaniwan bisa mendapat pengakuan global.
Siapa Bayu Risanto?
Dalam dokumen resmi WGSBN Bulletin disebutkan bahwa Bayu Risanto adalah seorang peneliti yang menaruh perhatian pada peningkatan ketelitian prakiraan cuaca. Pemilik nama lengkap Christoforus Bayu Risanto itu mengembangkan metode yang memadukan model fisika atmosfer dengan teknik asimilasi data, terutama untuk kawasan yang masih minim data observasi meteorologi.Lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara tahun 2007 ini memanfaatkan data kelembapan atmosfer yang diperoleh melalui GPS meteorology, kemudian mengombinasikannya dengan data konvensional dari stasiun cuaca. Pendekatan tersebut dinilai strategis dalam meningkatkan akurasi prediksi cuaca, khususnya untuk wilayah beriklim tropis.
| Baca juga: 15 Ilmuwan Terkenal di Dunia yang Mengubah Cara Kita Memahami Alam Semesta |
Latar Belakang Akademik
Dilansir dari laman resmi Vatican Observatory, Bayu Risanto menempuh jalur pendidikan yang bersifat multidisipliner, mencakup bidang sains, meteorologi, dan teologi. Ia menyelesaikan studi doktoral (Ph.D.) dalam bidang Atmospheric Sciences di University of Arizona, Amerika Serikat, dengan konsentrasi pada numerical weather prediction serta pemodelan cuaca ekstrem.Rekam jejak akademik tersebut menjadikannya figur yang istimewa: seorang imam yang sekaligus aktif sebagai ilmuwan, bekerja di titik temu antara iman, ilmu pengetahuan, dan kepedulian terhadap isu lingkungan.
Penelitian yang dikembangkan Bayu Risanto memiliki tingkat relevansi tinggi bagi negara-negara beriklim tropis, termasuk Indonesia, yang masih dihadapkan pada tantangan besar dalam memprediksi hujan lebat, banjir, dan fenomena cuaca ekstrem lainnya. Karyanya berkontribusi dalam penguatan sistem peringatan dini yang lebih presisi dan berbasis data terkini.
Pendekatan ilmiah tersebut dipandang krusial dalam mendukung upaya mitigasi bencana serta perumusan kebijakan publik yang berlandaskan sains.
Nama Bayu Risanto Diabadikan Jadi Asteroid

Ilustrasi (Doc NASA)
International Astronomical Union (IAU) melalui Working Group for Small Body Nomenclature (WGSBN) resmi menetapkan nama (752403) Bayurisanto = 2015 PZ114. Dalam tradisi astronomi internasional, penamaan asteroid biasanya diberikan kepada individu yang dinilai berjasa dalam bidang ilmu pengetahuan, budaya, kemanusiaan, atau pendidikan.
Asteroid sendiri merupakan benda langit berbatu yang mengorbit Matahari dan sebagian besar berada di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter. Tidak semua orang dapat diabadikan namanya menjadi asteroid, sehingga pencapaian ini memiliki nilai prestisius yang sangat tinggi.
| Baca juga: Mengenal Jupiter dan Merkuri, Planet Terbesar dan Terkecil di Tata Surya |
Kiprah di Observatorium Vatikan
Pengakuan dunia internasional ini semakin bernilai karena Bayu Risanto saat ini berkiprah di Vatican Observatory (Specola Vaticana). Ini merupakan salah satu pusat penelitian astronomi tertua di dunia yang masih aktif dan berada di bawah naungan Tahta Suci Vatikan.Keberadaannya di lembaga tersebut menjadi penanda kontribusi ilmuwan asal Indonesia dalam komunitas ilmiah global, sekaligus mencerminkan peran Gereja Katolik yang terus terlibat secara aktif dalam dialog dan pengembangan sains modern.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com