Hari ke-7 Pascagempa M6,7 Sulteng, BPBD Sigi: 2.735 Rumah Rusak

Personel TNI dan Polri bersama-sama membersihkan rumah warga akibat bencana gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (22/6/2026). ANTARA/HO-Polres Sigi

Hari ke-7 Pascagempa M6,7 Sulteng, BPBD Sigi: 2.735 Rumah Rusak

Lukman Diah Sari • 22 June 2026 20:41

Sigi: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), mencatat hingga hari ke-7 pascagempa bumi utama magnitudo (M)6,7, total rumah rusak mencapai 2.735 unit.

"Jumlah rumah rusak itu terus bertambah dengan rincian rusak berat 212 unit, rusak sedang 596 unit, dan rusak ringan 1.927 unit," kata Komandan Satgas Tanggap Darurat Samuel Yansen Pongi saat ditemui di Dolo, Senin, 22 Juni 2026, melansir Antara.

Ia mengemukakan tercatat lima desa mengalami dampak kerusakan paling parah yakni Desa Uwenuni, Kamarora A, Kamarora B, Lembantongoa, dan Tongoa. Kemudian untuk warga terdampak sebanyak 9.283 jiwa dengan 3.191 kepala keluarga, yang tersebar di 48 desa dan 11 kecamatan di Kabupaten Sigi.

"Total warga terluka sebanyak 92 orang dengan rincian 14 orang luka berat dan 14 78 orang luka ringan," ungkap dia.

Rumah yang rusak setelah diguncang gempa magnitudo 6,7, Rabu (17/6/2026). ANTARA/Moh Ridwan

Dia mengaku, pihaknya sudah mengajukan pembangunan 210 hunian sementara (huntara) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bagi warga yang rumahnya rusak berat. Usai masa tanggap darurat berakhir, kata dia, dilanjutkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Nanti pada masa rehab rekon ini pemerintah mulai menyalurkan bantuan stimulan bagi korban terdampak berdasarkan tingkat kerusakan rumah yang telah ditetapkan yakni rumah dengan kategori rusak ringan memperoleh bantuan stimulan Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat Rp60 juta," jelas dia. 

(Lukman Diah Sari)