Petugas mengisi air di kolam bioflok di area lahan terbakar di Pengayuan yang diinisiasi Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan untuk pemadaman karhutla di Banjarbaru, Rabu, 26 Agustus 2026. (ANTARA/Firman)
Atasi Karhutla, Kolam Bioflok Jadi Alternatif Penampungan Air di Banjarbaru
Silvana Febiari • 27 August 2026 09:51
Banjarbaru: Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menginisiasi pembuatan kolam bioflok sebagai alternatif penampungan air. Kolam ini dapat membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Banjarbaru.
"Rencana awal ada 10 kolam kami buat dan saat ini sudah ada dua yang selesai dibikin," kata Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, dilansir dari Antara, Kamis, 27 Agustus 2026.
Menurutnya, kolam bioflok dengan kapasitas air 12 ribu liter itu lebih efektif dan efisien dibandingkan harus membuat embung. Banyak kelebihan kolam bioflok antara lain bisa dilepas dan pasang sesuai kebutuhan.
Kemudian, biaya pembuatannya jauh lebih murah dibandingkan harus menggali tanah untuk membuat embung atau kolam-kolam konvensional.
"Belum lagi kita harus izin dengan pemilik lahan, termasuk kemungkinan minimnya ketersediaan air jika menggali tanah di saat musim kemarau," jelasnya.

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan saat rakor penanggulangan karhutla bersama Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq dan Gubernur Kalsel Muhidin, Rabu, 26 Agustus 2026. (ANTARA/Firman)
Sumber air untuk mengisi kolam bioflok akan dimaksimalkan dari embung yang sudah ada. Air juga dapat diambil dari danau dan aliran sungai di sekitar lokasi.
Inovasi penyediaan kolam bioflok oleh Kapolda Kalsel itu mendapat sambutan positif dari Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq dan Gubernur Kalsel Muhidin. Keduanya menyampaikan dukungan saat rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Posko Pengayuan, Banjarbaru.