Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. Foto: dok. Kemensos.
Mensos Buka Ruang Masyarakat Mutakhirkan Data Desil
Gabriella Thesa Widiari • 1 September 2026 06:21
Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) membuka ruang bagi masyarakat untuk mengajukan pemutakhiran data desil apabila dirasa tidak sesuai dengan kondisi sosial ekonominya. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan, masyarakat bisa melaporkan ketidaksesuaian data melalui kanal yang sudah disediakan.
"Bisa datang, bisa melakukan pemutakhiran sekali lagi ya lewat Command Center. Ada itu nomornya. Kemudian ada WA Center, ada aplikasi Cek Bansos, atau datang ke kelurahan dan desa masing-masing. Di sana ada operator data desa, disiapkan aplikasinya aplikasi SIKS-NG,” ujar Gus Ipul di Jakarta, dikutip Selasa, 1 September 2026.
“Jadi kalau sekarang ada keluhan-keluhan, ‘Saya kok di desil 6 padahal saya seperti ini, saya kok di desil ini, saya di desil ini,’ itu tentu kita apresiasi dan kita buka untuk dilakukan pemutakhiran,” kata Gus Ipul.
Dia menjelaskan, polemik terkait data desil tersebut berkaitan dengan proses konsolidasi dan pemutakhiran data penerima program pemerintah. Pemerintah terus memperbaiki data dengan menghubungkan data yang dimiliki kementerian dan lembaga di bawah pengelolaan Badan Pusat Statistik (BPS).
Dia menambahkan, upaya konsolidasi data tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Sekaligus mengakomodasi keluhan masyarakat mengenai bantuan sosial (bansos) maupun subsidi sosial yang dinilai belum tepat sasaran.
"Jadi BPS yang mengendalikan, kita semua membantu untuk melakukan pemutakhiran. Ini penting, karena data menjadi penentu apakah program kita tepat sasaran, program kita sampai kepada mereka yang berhak," kata Gus Ipul.

Ilustrasi keluarga penerima bansos. Foto: dok. MI.
Meski begitu Gus Ipul mengatakan bahwa dalam proses konsolidasi tersebut masih dimungkinkan adanya data yang belum sinkron. Oleh karena itu, pemerintah terus melalukan perbaikan dan melibatkan masyarakat dalam proses pemutakhiran agar data yang digunakan sesuai dengan penerima program bansos.
“Nah, dalam rangka inilah mungkin kadang-kadang ada hal-hal yang belum sinkron dan itu terus kita perbaiki,” kata Gus Ipul.