Warga Islandia Tolak Pembukaan Kembali Negosiasi Keanggotaan Uni Eropa

Warga Islandia menolak pembukaan kembali perundingan keanggotaan Uni Eropa melalui referendum. (Anadolu Agency)

Warga Islandia Tolak Pembukaan Kembali Negosiasi Keanggotaan Uni Eropa

Willy Haryono • 30 August 2026 17:12

Reykjavik: Warga Islandia menolak usulan untuk membuka kembali perundingan keanggotaan dengan Uni Eropa (UE) dalam referendum yang digelar Sabtu, 29 Agustus 2026.

Stasiun penyiaran publik Islandia RUV melaporkan hasil penghitungan di hampir seluruh daerah pemilihan menunjukkan kubu No unggul 52,5 persen, sementara kubu Yes memperoleh 47,5 persen.

Penghitungan telah selesai di seluruh daerah pemilihan kecuali Southwest Constituency. Namun, RUV menilai suara yang tersisa tidak cukup untuk membalikkan keunggulan kubu penolak.

"Islandia jelas telah memilih untuk menolak dimulainya kembali perundingan aksesi dengan Uni Eropa," lapor RUV berdasarkan hasil sementara tersebut.

Hingga penghitungan sementara, sebanyak 99.037 suara tercatat menolak pembukaan kembali perundingan, sementara 89.459 suara mendukung. Selisihnya mencapai 9.578 suara.

Sekitar 32.000 surat suara masih harus dihitung di Southwest Constituency. Kubu "Ya" diperkirakan membutuhkan sekitar 65 persen dari suara yang tersisa untuk membalikkan hasil secara nasional.

Bukan Referendum Keanggotaan UE

Referendum tersebut tidak secara langsung menentukan apakah Islandia akan bergabung dengan UE.

Jika kubu "Ya" menang, pemerintah hanya akan memperoleh mandat untuk membuka kembali perundingan aksesi yang telah dihentikan selama lebih dari satu dekade.

Setiap kesepakatan keanggotaan yang nantinya tercapai masih harus disetujui melalui referendum kedua.

Islandia mengajukan permohonan keanggotaan UE pada 2009 setelah sistem perbankannya mengalami keruntuhan akibat krisis keuangan global. Perundingan dimulai pada 2010, tetapi ditangguhkan tiga tahun kemudian setelah pemerintahan yang skeptis terhadap UE berkuasa.

Pada 2015, Reykjavik memberi tahu Brussels bahwa mereka tidak lagi ingin dipertimbangkan sebagai negara kandidat.

Baca juga:  Islandia Gelar Referendum soal Pembukaan Kembali Negosiasi Keanggotaan Uni Eropa

(Willy Haryono)