Ekonomi Australia Tumbuh 0,4% di Kuartal II-2026

Bendera Australia. Foto: Unsplash.

Ekonomi Australia Tumbuh 0,4% di Kuartal II-2026

Husen Miftahudin • 2 September 2026 16:43

Sydney: Perekonomian Australia tumbuh sebesar 0,4 persen pada kuartal II-2026 sebagaimana dilansir dari data Biro Statistik Australia (ABS) domestik bruto (PDB) pada Selasa, 1 September 2026. Angka pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya sekaligus melampaui perkiraan para ekonom.
 
Secara tahunan, ekonomi Australia tumbuh sebesar 2,1 persen hingga Juni 2026. Pertumbuhan tersebut juga berada di atas proyeksi Bank Sentral Australia (RBA) yang dirilis pada Agustus 2026 dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi secara tahunan berada di level 1,9 persen.
 
ABS menjelaskan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II didorong oleh kuatnya permintaan swasta di sejumlah sektor dengan peningkatan impor yang menjadi faktor penting dalam pertumbuhan tersebut.
 
Kepala Akuntansi Nasional ABS Grace Kim menyebut peningkatan pengeluaran dan investasi bisnis di sejumlah sektor sebenarnya belum mencerminkan kontribusi terhadap pertumbuhan PDB, karena sebagian besar pertumbuhan berasal dari impor.
 
"Meskipun terjadi peningkatan pengeluaran dan investasi bisnis di beberapa sektor ekonomi, impor mendukung sebagian besar pertumbuhan tersebut, sehingga mengurangi kontribusinya terhadap pertumbuhan PDB secara keseluruhan," ucap Grace seperti dilansir dari Xinhua, Rabu, 2 September 2026.
 


Perusahaan Tambang Batu Bara Dorong Ekonomi Desa Tumbuh Mandiri

(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)

 

Sektor perdagangan tumbuh 0,8%

 
Selain itu, sektor perdagangan Australia meningkat 0,8 persen yang didorong oleh meningkatnya produksi batu bara meskipun pada periode sebelumnya mengalami gangguan akibat kondisi cuaca.
 
Meski perekonomian Australia tumbuh lebih baik dari perkiraan kuartal II, RBA masih memperkiraan pertumbuhan ekonomi Australia akan melambat.
 
RBA memproyeksi pertumbuhan PDB tahunan turun menjadi 1,4 persen pada Desember 2026 dan tetap berada di bawah dua persen hingga 2028. (Tiaranissa Juliansyah)

(Husen Miftahudin)