RI-Australia Perkuat Kemitraan Strategis ke Arah Kerja Sama Konkret di Pertemuan 2+2

Indonesia dan Australia memperkuat kemitraan strategis dalam pertemuan 2+2 ke-10 di Melbourne, Rabu, 26 Agustus 2026. (Kemlu RI)

RI-Australia Perkuat Kemitraan Strategis ke Arah Kerja Sama Konkret di Pertemuan 2+2

Willy Haryono • 26 August 2026 20:53

Melbourne: Indonesia dan Australia menegaskan komitmen memperkuat kemitraan strategis dan menjaga stabilitas kawasan dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan (2+2) ke-10 di Melbourne, Rabu, 26 Agustus 2026.

Pertemuan yang berlangsung di Commonwealth Parliament Offices tersebut dipimpin bersama Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles.

Dalam pertemuan tersebut, keempat menteri menekankan pentingnya memperkuat kerja sama Indonesia-Australia sebagai negara bertetangga dan sesama negara maritim.

Kedua negara berpandangan bahwa kedekatan geografis menjadi dasar penting untuk membangun kepercayaan dan menjaga kawasan Indo-Pasifik tetap damai, stabil, dan sejahtera.

"Indonesia dan Australia adalah tetangga yang ditakdirkan untuk hidup berdampingan. Karena itu, kita perlu terus membangun kerja sama yang semakin kuat, tidak hanya untuk kepentingan kita hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang," kata Menlu Sugiono, dalam keterangan di situs Kemlu RI.

Dorong Implementasi Traktat Keamanan

Penny Wong mengatakan Treaty on Common Security membawa hubungan Indonesia-Australia ke tingkat yang lebih tinggi.

Sementara itu, Sjafrie dan Richard Marles menekankan pentingnya kerja sama kedua negara dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Pertemuan 2+2 kali ini menjadi momentum penting karena merupakan pertemuan pertama setelah Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menandatangani Treaty on Common Security di Jakarta pada 6 Februari 2026.

Sugiono juga menekankan pentingnya memastikan Plan of Action (PoA) dari Comprehensive Strategic Partnership menjadi peta jalan yang efektif untuk menerjemahkan kemitraan strategis kedua negara ke dalam kerja sama konkret.

Fokus pada Ketahanan Ekonomi

Di bidang ekonomi, Indonesia mendorong peningkatan neraca perdagangan sekaligus pengurangan berbagai hambatan perdagangan melalui implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

"Kerja sama ekonomi perlu kita fokuskan pada penguatan rantai pasok yang andal bagi ketahanan pangan dan energi kedua negara dan kawasan," ujar Sugiono.

Indonesia juga menyampaikan gagasan Partnership for Regional Resilience (PRR) sebagai kerangka kerja sama dengan Australia untuk memperkuat ketahanan kawasan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Konsep tersebut mencakup kerja sama di berbagai sektor, termasuk ketahanan pangan dan energi, tanpa membentuk aliansi atau blok baru.

Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama dengan Pasifik

Pertemuan 2+2 juga menghasilkan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Trilateral Indonesia-Australia dengan negara-negara Pasifik.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani Sugiono dan Penny Wong dan akan menjadi landasan bagi kedua negara untuk mengembangkan kerja sama pembangunan bersama negara-negara Pasifik.

Kerja sama tersebut akan memperhatikan kebutuhan dan prioritas masing-masing negara mitra.

Sebelum pertemuan 2+2, Sugiono dan Wong juga menggelar pertemuan one-on-one untuk membahas perkembangan hubungan bilateral serta tindak lanjut berbagai agenda kerja sama.

Sugiono kemudian menghadiri Foreign Ministers' Sports Diplomacy Engagement di Melbourne Cricket Ground. Dalam kegiatan tersebut, ia berbincang menggunakan bahasa Indonesia dengan kapten Collingwood Football Club Darcy Moore serta siswa Brunswick North West Primary School sebagai bagian dari upaya mempromosikan pembelajaran bahasa Indonesia di Australia.

Pertemuan 2+2 merupakan forum strategis bagi Indonesia dan Australia untuk membahas perkembangan hubungan bilateral serta isu luar negeri, pertahanan, dan keamanan yang menjadi kepentingan bersama.

Rangkaian pertemuan di Melbourne menunjukkan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya berkembang di tingkat pemerintahan, tetapi juga melalui hubungan antarmasyarakat.

Kedua negara berharap penguatan kemitraan tersebut dapat memberikan manfaat bagi Indonesia dan Australia sekaligus berkontribusi terhadap perdamaian, stabilitas, kemakmuran, dan ketahanan kawasan.

Baca juga: Penny Wong Dorong Generasi Muda Australia Belajar Bahasa Indonesia

(Willy Haryono)