Pengendara sepeda motor melintas di SDN Pasauran 2, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (6/9/2026). (ANTARA/Desi Purnama Sari)
Serang Berlakukan Belajar Daring di 7 Kecamatan Terdampak Anak Krakatau
Lukman Diah Sari • 6 September 2026 18:03
Serang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, memberlakukan sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) bagi sekolah-sekolah di tujuh kecamatan yang terdampak langsung paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Sesegera mungkin saya akan buat surat edaran karena abu vulkanik ini sangat berbahaya. Insyaallah pada hari Senin, edaran untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring ini dikeluarkan dan berlaku selama erupsi masih terus aktif," kata Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, usai meninjau Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Kabupaten Serang, Banten, Minggu, 6 September 2026, melansir Antara.
-
Kecamatan Anyer
-
Kecamatan Cinangka
-
Kecamatan Padarincang
-
Kecamatan Baros
-
Kecamatan Pabuaran
-
Kecamatan Ciomas
-
Kecamatan Mancak
Imbauan dan Kesiapsiagaan Warga
Pemkab Serang juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak ada keperluan mendesak."Jika memang harus keluar rumah, maka tolong gunakan masker dan kacamata. Saat ini kami juga telah menerima bantuan masker dari Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan untuk dibagikan ke warga," ujarnya.

Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. ANTARA/HO-Humas Kementerian ESDM
Terkait wacana evakuasi, Bupati menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada instruksi atau imbauan bagi masyarakat untuk mengungsi. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan pemantauan dan pengawasan secara ketat terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
"Untuk mengungsi tidak ada, yang jelas imbauannya tetap diam di rumah. Saya juga sudah menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa di wilayah Kabupaten Serang untuk senantiasa siaga dan waspada," pungkasnya.