Bibit Awan Terbatas Hambat Modifikasi Cuaca di Sumsel

Ilustrasi: Manggala Agni melakukan pemadaman kebakaran lahan di Riau. ANTARA/HO-BMKG Pekanbaru

Bibit Awan Terbatas Hambat Modifikasi Cuaca di Sumsel

Silvana Febiari • 4 September 2026 19:06

Jakarta: Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel) berpotensi terkendala terbatasnya bibit awan. Kondisi tersebut berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan OMC di Sumsel telah dilakukan satu kali dengan menyemaikan 1.000 kilogram garam.

“Potensi OMC ke depan mungkin terbatas berdasarkan data BMKG terkait ketersediaan bibit awan,” kata Berton dalam konferensi pers penanganan karhutla, Jumat, 4 September 2026.


Berdasarkan data BNPB, terdapat 26 titik api di Sumatra Selatan dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 171 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 56,8 hektare berhasil dipadamkan.

"Satgas Darat dikerahkan 11.026 personel dan memadamkan 45 hektare lebih," ungkap Berton. 



Sementara itu, Satgas Udara mengerahkan dua armada patroli selama delapan jam. Lima unit water bombing juga dikerahkan dengan total satu juta liter air dan berhasil memadamkan sekitar 13,5 hektare lahan.

"Kualitas udara dalam kategori sedang sampai tidak sehat dengan jarak pandang di bawah 7 km," tuturnya. 

(Silvana Febiari)