Personel Gabungan dikerahkan percepat upaya pemadaman Karhutla di Kalteng. Dok Istimewa.
Gubernur Kalteng Kerahkan 10 Ribu ASN dan Relawan Perkuat Pemadaman Karhutla
Arga Sumantri • 3 September 2026 20:47
Palangka Raya: Gubernur Kalimantan Tengah (Kaltng) Agustiar Sabran mengerahkan 10 ribu personel gabungan aparatur sipil negara (ASN) dan relawan untuk membantu upaya pemadaman serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini sebagai bentuk keseriusan Pemprov Kalteng dalam melindungi masyarakat, ekosistem, dan alam Bumi Tambun Bungai dari dampak asap dan kebakaran lahan.
"Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Pengiriman relawan yang berasal dari berbagai elemen ini menunjukkan komitmen kota semua berjuang mengatasi dampak karhutla untuk kemudian bisa bersama-sama keluar dari ujian ini sebagai pemenang,” kata Agustiar Sabran Kamis, 3 September 2026.
Agustiar menjelaskan, 10 ribu personel yang dikerahkan terdiri dari ASN di lingkungan Pemprov, kabupaten/kota, TNI, Polri, MPA, serta relawan dari berbagai komunitas dan kampus. Mereka disebar ke titik-titik rawan di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Agustiar mengapresiasi seluruh relawan yang sukarela turun ke lapangan. Ia menyebut para relawan sebagai 'pahlawan asap' yang bekerja tanpa pamrih demi Kalteng yang lebih baik.
"Ini bukan perintah dari atas. Ini panggilan hati. Saya mengajak seluruh ASN dan relawan untuk turun, bergandengan tangan dengan masyarakat. Kita jaga hutan kita, kita jaga rumah kita bersama," kata Agustiar.
"Saya tahu ini berat. Panas, asap, dan jauh dari keluarga. Tapi percayalah, setiap tetes keringat yang jatuh hari ini adalah investasi untuk udara bersih yang akan dihirup anak-anak kita nanti," ucap dia.
.jpeg)
Personel Gabungan dikerahkan percepat upaya pemadaman Karhutla di Kalteng. Dok Istimewa.
Pemprov Kalteng juga berkoordinasi intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Kehutanan, dan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat dan tidak tumpang tindih. Agustiar menyampaikan bahwa koordinasi serta kolaborasi lintas sektor ini adalah demi masa depan generasi penerus Kalimantan Tengah.
"Karhutla bukan hanya soal api yang membakar lahan. Ini soal napas anak-anak kita, soal kesehatan orang tua kita, dan soal masa depan bumi Kalimantan yang kita warisi bersama. Jika kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Tuhan memberkati perjuangan kita bersama," ucap Agustiar.