Kerusakan pada beberapa bangunan pascagempa berkekuatan M5,5 yang mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, pada Selasa (1/9/2026) . ANTARA/HO - BPBD Kabupaten Halmahera Tengah
BNPB: 15 Rumah Rusak Ringan Akibat Gempa Magnitudo 5,5 di Halmahera Tengah
Siti Yona Hukmana • 2 September 2026 21:12
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, berdasarkan hasil kajian cepat, sekitar 15 kepala keluarga (KK) terdampak gempa magnitudo (M) 5,5 yang mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Tengah pada Selasa, 1 September 2026. Dari 15 kk itu, 15 rumah tercatat rusak ringan.
"Sementara itu, hasil pendataan sementara mencatat sekitar 15 unit rumah mengalami rusak ringan serta satu unit fasilitas kesehatan mengalami kerusakan ringan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 2 September 2026.
Selain itu, katanya, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah melakukan asesmen terhadap dampak gempa sekaligus memantau perkembangan situasi di lapangan. Perkembangan penanganan dan kondisi wilayah dilaporkan secara berkala kepada Bupati Halmahera Tengah.
Berton menyebutkan, kondisi masyarakat secara umum masih dalam pemantauan tim lapangan hingga hari ini. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan kondisi bangunan serta kebutuhan masyarakat terdampak.
"Masyarakat juga diimbau tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan dan tidak menempati bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang," kata Berton.

Pusat gempa di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Selasa, 1 September 2026. (Tangkapan layar)
Berdasarkan informasi awal, gempa M 5,5 tersebut berlokasi sekitar 65 kilometer tenggara Halmahera Tengah, 84 kilometer tenggara Maba, dan 116 kilometer tenggara Weda. Pusat gempa berada di laut pada koordinat 0,26 derajat Lintang Utara dan 128,92 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan gempa yang berpusat di laut dengan kedalaman 10 kilometer tersebut dirasakan lemah hingga sedang oleh masyarakat di Kecamatan Patani dan Patani Utara. Berdasarkan parameter gempa yang diinformasikan, kejadian tersebut tidak berpotensi tsunami.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan agar sementara menghindari bagian bangunan yang retak atau berpotensi roboh.
Masyarakat juga diharapkan menyiapkan langkah evakuasi secara mandiri, memastikan jalur keluar rumah tidak terhalang, serta mengamankan dokumen penting dan kebutuhan dasar keluarga sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
"BNPB bersama BPBD dan unsur terkait akan terus memantau perkembangan kondisi di Kabupaten Halmahera Tengah serta memperbarui informasi berdasarkan hasil asesmen dan verifikasi di lapangan," Berton.