Ajang Toffin Masterclass 2025. Foto: Dok Toffin Indonesia
Pelaku Usaha F&B Didorong Perkuat Strategi Bisnis dan Inovasi
Eko Nordiansyah • 4 September 2026 14:10
Jakarta: Persaingan industri makanan dan minuman (F&B) mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya mengandalkan kualitas produk. Pemahaman terhadap tren pasar, penguatan merek, efisiensi operasional, hingga kemampuan menciptakan inovasi menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis.
Melihat kebutuhan tersebut, PT Toffin Indonesia kembali menggelar Toffin Masterclass 4.0 di empat kota besar di Indonesia. Program edukasi ini mempertemukan pemilik bisnis F&B, praktisi, serta profesional di industri kopi dan bar dalam satu rangkaian pengalaman belajar.
VP Marketing Toffin Indonesia Ario Fajar mengatakan, kegiatan dirancang agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran langsung dari para praktisi yang telah menjalankan bisnis di industri F&B, didukung dengan pengalaman untuk bisnisnya.
“Kami mengembalikan esensi belajar di industri F&B melihat, merasakan, dan berdiskusi langsung dengan orang yang sudah melakukannya. Kami ingin peserta pulang bukan hanya dengan catatan, tetapi dengan pengalaman dan relasi yang bisa mereka bawa ke bisnisnya sendiri,” ujar Ario dalam keterangan tertulis, Jumat, 4 Agustus 2026.
(Ajang Toffin Masterclass 2025. Foto: Dok Toffin Indonesia)
Edukasi dengan format omakase
Pada seri keempat ini, Toffin Masterclass mengusung tema "The Master’s Experience". Konsep tersebut dirancang berbeda dari format workshop teknis pada penyelenggaraan sebelumnya dengan mengajak peserta memahami bisnis F&B mulai dari strategi brand hingga proses operasional dan pengembangan menu.Selama sekitar 2,5 jam, peserta akan mengikuti tiga tahapan utama. Pada sesi Business & Brand Experience, peserta akan berdiskusi dengan founder atau pemilik brand F&B mencakup perkembangan industri, tren pasar, strategi membangun brand, serta pengalaman dalam mengembangkan bisnis.
Kedua, sesi Workflow Experience akan mengajak peserta melihat secara langsung alur kerja di balik meja bar, mulai dari efisiensi workflow, product knowledge, hingga penerapannya dalam operasional bisnis. Pemahaman ini dinilai penting bagi pelaku usaha F&B demi efisiensi operasional.
Adapun sesi terakhir adalah Menu Experience. Peserta akan mencicipi menu hasil kolaborasi antara guest star dan Toffin Flavour Engineer. Selain memperkenalkan aspek kreativitas dalam pengembangan produk, sesi ini menunjukkan bagaimana proses kolaborasi dapat menghasilkan gagasan dan menu baru.
“Seluruh rangkaian dikemas dalam format omakase, ada dua sesi per hari dengan kapasitas terbatas 20–25 peserta per sesi sehingga interaksi dengan fasilitator terasa personal dan mendalam,” kata dia.
Wadah berkumpul pelaku usaha
Sejumlah pemilik brand dan praktisi F&B, serta profesional di bidang kopi dan bar akan terlibat dalam rangkaian Toffin Masterclass 4.0 yang berlangsung di empat kota, mulai Semarang pada 22 September 2026, Bali pada 30 September, Surabaya pada 5 Oktober, dan Bogor pada 8 Oktober 2026.Program ini melanjutkan penyelenggaraan Toffin Masterclass yang diarahkan sebagai wadah edukasi dan pengembangan komunitas pelaku usaha F&B. Dalam tiga penyelenggaraan tersebut, Toffin mencatatkan 2.915 peserta yang terdiri dari pemilik bisnis, barista, mixologist, chef, hingga baker.
Program tersebut juga telah menjangkau 30 kota di Indonesia, menghadirkan 28 mentor nasional dan internasional, serta melibatkan 62 sponsor dan 34 media partner. Pada rangkaian kegiatan sebelumnya disebut telah menjangkau lebih dari dua juta audiens melalui ekosistem digital Toffin.
Untuk edisi 4.0, peserta dapat mengikuti kegiatan dengan experience fee Rp500 ribu per orang per kelas. Peserta juga memperoleh kesempatan berdiskusi langsung dengan pemilik brand, menyaksikan guest star take over bersama tim brand, menikmati sajian hasil kolaborasi, serta mendapatkan merchandise kit.