Bandara Soetta Ditutup Imbas Erupsi Krakatau, Penumpang Menanti Kepastian Tiket

Penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin, 7 September 2026. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir.

Bandara Soetta Ditutup Imbas Erupsi Krakatau, Penumpang Menanti Kepastian Tiket

Hendrik Simorangkir • 7 September 2026 18:38

Tangerang: Dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau membuat para calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terdampak. Para penumpang mengeluhkan penjadwalan ulang hingga pergantian uang tiket oleh maskapai. 

Salah satu calon penumpang, Ica, mengatakan seharusnya dia berangkat ke kampung halamannya di Singkawang, Kalimantan Barat, hari ini pada pukul 14.40 WIB, dengan menggunakan maskapai Lion Air. 

"Tapi pas di Bandara, ada informasi akhirnya enggak jadi berangkat karena abu vulkanik," kata Ica di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Senin, 7 September 2026.

Ica pun kemudian mencoba mencari tahu melalui konter maskapai tersebut, terkait reschedule keberangkatan. Namun dia mengaku belum juga mendapat kejelasan yang pasti.

"Saat saya tanya sama petugas di konter checkin, kalau mau di-reschedule  perkiraannya di atas tanggal 10 September 2026, tapi itu belum pasti juga kapan waktunya karena masih melihat situasi berkembang," jelas Ica. 

Ica mengaku masih terus berharap agar bisa diberangkatkan ke Kalimantan Barat. Ia pun masih berharap dengan adanya kepastian untuk dapat diberangkatkan hari ini. 


Penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin, 7 September 2026. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir. 

"Sedih karena enggak bisa pulang, udah lama juga liburan ke Bogor, tapi enggak ada pilihan lain juga karena ini erupsi jadi enggak bisa dihindarin. Saya juga belum refund tiket, karena bakalan lama prosesnya," jelas Ica. 

Hal senada diungkapkan penumpang lainnya, Meli, yang hendak berangkat ke Medan, Sumatra Utara terpaksa harus menunggu di Kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Ia pun tidak mengetahui jika operasional bandara hari ini masih ditutup. 

"Mau berangkat ke Medan, karena ada kerjaan. Saya datang dari Cilacap, Jawa Tengah. Enggak tahu juga saya kalau penerbangan masih ditutup hari ini," ungkap Meli. 

Meli berharap dapat kepastian dengan dikembalikan uang tiket yang sudah dibelinya. Masalahnya kata Meli, belum ada kejelasan dari pihak maskapai Lion Air terkait pengembalian uang. 

"Soalnya belum ada kejelasan juga, saya mau balikin tiket, malah suruh nugggu 2-3 hari. Terus soal reschedule, enggak tahu juga kapan dapat tanggalnya. Kalau masih enggak ada kepastian, saya mau minta tiket dibalikin saja yang harganya Rp1,8 juta. Soalnya saya sudah enggak ada uang lagi," jelas Meli. 

Sebelumnya AirNav Indonesia memperpanjang masa penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) pada Senin, 7 September 2026, hingga pukul 18.00 WIB. Hal ini ditegaskan dari mitigasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Penyesuaian periode penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," kata Executive Vice President (EVP) of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro dikutip melalui keterangan tertulis.


(Deny Irwanto)