Gunung Semeru Erupsi 8 Kali, Tinggi Letusan Capai 900 Meter

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak pada Minggu, 12 Juli 2026. ANTARA/HO-PVMBG

Gunung Semeru Erupsi 8 Kali, Tinggi Letusan Capai 900 Meter

Silvana Febiari • 12 July 2026 21:43

Jember: Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur delapan kali erupsi. Tinggi letusan hingga 900 meter di atas puncak.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.50 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah tenggara.

"Erupsi Gunung Semeru pada pukul 19.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dilansir dari Antara, Minggu, 12 Juli 2026. 


Erupsi berturut turut terjadi pada pukul 06.23 WIB, 09.24 WIB, 12.55 WIB, 15.51 WIB, 16.39 WIB, 18.29 WIB dan erupsi kedelapan terjadi pukul 19.00 WIB.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.

Saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ungkapnya.


Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan sekitar 1,3 km di atas puncak pada Jumat pagi, 10 Juli 2026. ANTARA/HO-PVMBG


Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujar Liswanto.

(Silvana Febiari)