Wamendagri Ribka Haluk Ajak Jaga Persatuan NTT dan Papua

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, memimpin Apel Kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Kupang. Dokumentasi/ Kemendagri.

Wamendagri Ribka Haluk Ajak Jaga Persatuan NTT dan Papua

Deny Irwanto • 21 September 2026 18:27

Kupang: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengajak masyarakat menjaga persatuan dan hubungan baik antara Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Kupang.

Ribka juga menyampaikan dukacita atas meninggalnya tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dalam insiden penembakan di Distrik Muliama pada 9 September 2026. Dua dari tiga korban diketahui merupakan warga NTT.

"Saya menyampaikan dukacita mendalam terkait penembakan terhadap tiga ASN di Papua Pegunungan," kata Ribka di hadapan ribuan ASN Pemprov NTT, Senin, 21 September 2026.

Ribka mengingatkan adanya hubungan yang telah terjalin cukup lama antara masyarakat NTT dan Papua. Menurut dia, banyak warga NTT pada masa lalu mengabdi di Papua, termasuk sebagai tenaga pendidik.

"Sejak dulu, banyak warga NTT yang telah menjadi bagian sejarah kehidupan masyarakat di Papua," jelas Ribka.

Ia menyebut pengabdian masyarakat NTT di Papua menjadi bagian dari hubungan sosial yang telah berlangsung dalam waktu panjang. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga kebersamaan dan persatuan di tengah situasi yang berkembang.


Suasana Apel Kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Kupang. Dokumentasi/ Kemendagri.

“Pengabdian tersebut, sangat dihargai dan diingat masyarakat di Papua,” ungkap Ribka.

Pesan serupa disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena setelah apel. Ia mengajak masyarakat NTT dan Papua mempertahankan hubungan yang telah terbangun serta tidak membiarkan sebuah peristiwa mengganggu kedekatan masyarakat kedua daerah.

“Saya berterimakasih, Ibu Wamen hadir memberikan ketegasan agar kita harus menjaga semangat rasa kebersamaan dan persatuan kita,” kata Emanuel.

Menurut Melki, rasa sedih atas kejadian di Jayawijaya merupakan hal yang dirasakan bersama. Namun, ia menilai hubungan masyarakat NTT dan Papua perlu tetap dijaga karena memiliki kedekatan emosional yang telah berlangsung sejak lama.

“Kita harus menjaga keharmonisan hubungan masyarakat kedua daerah karena sudah memiliki hubungan kedekatan emosional sejak lama,” ungkapnya.

Ia juga menitipkan keberadaan masyarakat asal NTT yang sedang berada di Tanah Papua kepada pemerintah dan seluruh pihak terkait. Menurutnya, menjaga persatuan membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas.

“Persatuan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, situasi yang berkembang di daerah mana pun perlu disikapi dengan mengedepankan ketenangan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap kehidupan masyarakat,” beber Melki.

Menanam Pohon untuk Lingkungan


Selain apel, kunjungan kerja Wamendagri di NTT diisi dengan penanaman pohon di kawasan taman Kantor Gubernur NTT. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui penghijauan yang dapat dilakukan dari lingkungan terdekat.

“Penghijauan ini dilakukan untuk mewujudkan Indonesia Asri. Diharapkan segenap masyarakat NTT secara masif melakukan penanaman pohon, dimulai dari pekarangan rumah masing-masing, sehingga ke depan kita dapat merasakan manfaat langsung dari apa yang kita tanam hari ini,” ujar Ribka.

Gubernur NTT mengatakan gerakan penghijauan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan pemerintah. Masyarakat diharapkan dapat ikut menanam serta merawat pohon di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Menjaga persatuan, merawat lingkungan, dan memperkuat keharmonisan NTT–Papua adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan sejahtera,” kata Melki.


(Deny Irwanto)