Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harapan Damai AS-Iran Memudar, Harga Minyak Tetap 'Panas'
Eko Nordiansyah • 11 August 2026 08:10
Singapura: Harga minyak stabil pada Selasa, 11 Agustus 2026, di level tertinggi dalam lebih dari sepekan di tengah memudarnya harapan kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.
Mengutip Investing, kontrak berjangka minyak mentah Brent tidak berubah di level USD87,81 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS bertahan di level USD82,20 per barel.
Kedua harga acuan tersebut naik lebih dari 5 persen pada Senin ke level tertinggi sejak 31 Juli, setelah Presiden AS Donald Trump menanggapi syarat-syarat Iran untuk kesepakatan damai dengan tuntutan agar Iran membayar kompensasi bagi korban jiwa akibat perang, serangan, dan protes.
Langkah tersebut dinilai berpotensi mempersulit upaya pembukaan kembali Selat Hormuz.
Pada hari yang sama, Trump mengatakan AS memegang kendali atas selat tersebut dan telah menyisir jalur air strategis bagi lalu lintas minyak untuk mencari ranjau Iran.
"Tampaknya ada jurang pemisah—tanpa bermaksud melucu dengan istilah 'gulf' (teluk)—antara AS dan Iran mengenai seperti apa sebenarnya bentuk kesepakatan tersebut. Akibatnya, sebagian optimisme yang terbangun pekan lalu mulai memudar, sehingga memberikan tekanan beli yang nyata pada harga minyak," kata Kepala Analis Pasar KCM Trade Tim Waterer.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Saudi Aramco tunda operasi kilang Jazan
Sementara itu, Saudi Aramco menunda dimulainya kembali operasi kilang Jazan berkapasitas 400 ribu barel per hari hingga 30 Agustus setelah kelompok Houthi mengklaim telah melakukan dua serangan terhadap fasilitas tersebut pada Minggu."Risiko gangguan akses di sekitar Selat Hormuz maupun Bab el-Mandeb tetap sangat signifikan. Bahkan pembatasan yang bersifat sementara atau ancaman insiden lanjutan dapat menjaga biaya asuransi tetap tinggi dan memaksa penggunaan rute pelayaran yang lebih panjang sehingga aliran energi kemungkinan akan tetap terhambat dalam waktu dekat," ujar Waterer.
Dalam catatan pada Senin, analis Barclays menyatakan ekspor bersih minyak mentah dan produk olahan melalui Selat Hormuz pada pekan yang berakhir 7 Agustus rata-rata mencapai tiga juta barel per hari, turun dari 4,4 juta barel per hari pada pekan sebelumnya.
Di sisi lain, Irak menaikkan harga jual resmi (Official Selling Price/OSP) September untuk minyak mentah Basra Medium tujuan Asia sebesar USD2,50 menjadi minus USD4 per barel terhadap rata-rata harga acuan Oman/Dubai.